ArtikelFiqih

Sifat Shalat Nabi: Membaca Ta’awudz, Ta’min, dan Surat atau Ayat Setelah Al-Fatihah (19)

DDHK.ORG — Praktek shalat yang dilakukan dari zaman nenek moyang kita sampai saat ini umumnya banyak yang menggunakan standar shalat yang dijelaskan oleh madzhab Syafi’iy. Hal ini terjadi sebab mayoritas penduduk Indonesia umumnya bermadzhab Syafi’iy. Para ulama yang menyebarkan Islam di Nusantara tentu saja juga ulama-ulama yang bermadzhab Syafi’iy. Sehingga dengan sendirinya praktek shalat pun berpatokan pada fiqih madzhab Syafi’iy.

Melalui tulisan berseri ini DDHK News memaparkan sifat shalat Nabi Muhammad ﷺ berdasarkan madzhab Syafi’iy, sebagaimana ditulis oleh Muhammad Ajib, Lc., MA. dalam bukunya “Dalil Shahih Sifat Shalat Nabi Ala Madzhab Syafi’iy”.

Membaca ta’awudz

Disunnahkan membaca ta’awudz dengan sirr (pelan) sebelum membaca surat Al-Fatihah. Dan juga disunnahkan untuk dibaca pada setiap rokaat sholat. Baik di rokaat pertama, kedua, ketiga maupun di rokaat yang keempat.

Dalil pertama: Hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu: bahwa Nabi ﷺ mengucapkan ta’awudz. (Hadits riwayat Abu Dawud)

Dalil kedua: Dan apabila kalian membaca al-Quran maka berlindunglah kepada Allah (membaca ta’awwudz) dari setan yang terkutuk. (QS. An-Nahl: 98)

Membaca ta’min

Membaca ta’min (aamiin) setelah membaca surat Al-Fatihah hukumnya sunnah. Kesunnahan ini berlaku bagi imam, makmum, dan juga orang yang sholat sendirian.

Dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: jika imam mengucapkan “aamiin” maka ucapkanlah “aamiin”. Sebab siapa yang ta’minya berbarengan dengan ta’minnya para malaikat maka dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. (Hadits riwayat Bukhari & Muslim)

Surat atau ayat setelah Al-Fatihah

Disunnahkan membaca sebagian ayat atau surat dalam al-Quran ketika selesai membaca Surat Al-Fatihah. Kesunnahan ini dibaca pada rokaat pertama dan kedua saja dan hanya berlaku bagi imam dan orang yang sholatnya sendirian. Adapun bagi makmum tidak perlu membaca surat atau ayat setelah al-Fatihah.

Dari sahabat Abu Qatadah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi ﷺ ketika shalat dzuhur di rakaat pertama dan kedua membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya. Adapun pada rakaat ketiga dan keempat Nabi ﷺ hanya membaca surat al-Fatihah saja. (Hadits riwayat Bukhari & Muslim)

[Bersambung][DDHKNews]

Tinggalkan Komentar

Baca juga:

×