ArtikelProfil Ustadz

Ustadz Badrusalim

Berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, dunia sosial kemanusiaan dan dakwah telah menjejakkan kaki Ustadz Badrusalim ke beberapa daerah di Indonesia. Sebut saja diantaranya ke Palu, Sulawesi Tengah (2018); Lumajang, Jawa Timur (2022); dan Cianjur (Jawa Barat (2022). Ke tiga daerah itu, suami dari seorang istri bernama Allfiyah ini ditugaskan sebagai Dai Tanggap Bencana oleh Corp Dai Dompet Dhuafa (Cordofa).

Dunia yang sama juga telah menerbangkan ayah dari Alwardatul Adawiyyah, Ahmad Al Ghozali Ibnussalim, dan Assayyidah Khodijah ini ke Filipin (2011), Timor Leste (2015), Suriname (2023), dan Hong Kong (2018, 2019, 2023).

Dunia pendidikan dan dakwah adalah jalan kehidupan yang ditekuni Ustadz Badrusalim. Pria bertitel Sarjana Pendidikan Islam ini tercatat sebagai guru di di MI Ma’arif Aditirta Kebumen, serta Dewan Asatidz PP Mahasiswa An-Nahdloh IAINU Kebumen dan Majelis Dzikir, Sholawat & Taklim Malam Ahad Wage Kebumen.

Selain sering mengisi tausiyah agama di berbagai majelis taklim, ustadz yang pernah menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia ini juga tercatat sebagai Dai Cordofa Jawa Tengah dan Dai Ambassador Cordofa Jakarta 2014.

Jauh sebelum itu, Ustadz Badrusalim merupakan lulusan S1 STAINU Kebumen. Secara informal, beliau juga tercatat pernah mengenyam pendidikan di Pon-Pes Al-Huda Jetis, Kebumen; PP Lirboyo, Kediri; PP Modern Gading Kroya, Cilacap; PP Al-Ikhhsan Arabic-English Development Skill Purwokerto; dan PP AL-Falah Kediri.

Hidup ini penuh tantangan, sekaligus harapan. Mungkin atas dasar itulah Ustadz Badrusalim menjadikan semboyan “Man Jadda Wajada”, barang siapa bersungguh-sunggguh maka ia akan dapat sebagai motto hidupnya.

Baca juga:

×