Sering Merasa Terzalimi oleh Pasangan saat Hubungan Jarak Jauh

51
Ilustrasi (Foto: istockphoto.com)

TANYA:

Assalamu’alaikum, Ustadz/Ustadzah.

Saya ingin bertanya, lebih tepatnya minta nasihat. Bagaimana cara meredam ego ketika kita merasa terzalimi oleh sifat yang kita tidak suka dari pasangan?

Misalnya, pasangan tidak bisa diajak saling mengerti, tidak bisa diajak mencari jalan tengah dari permasalahan. Lebih-lebih, pada posisi LDR (hubungan jarak jauh).

Apakah mengalah dan meminta maaf, walaupun (merasa) berada di posisi yang benar, selalu menjadi solusi? Mungkinkah itu justru bisa menghadirkan kesalahpahaman dari pihak pasangan dan dijadikannya senjata untuk menindas?

Saya ucapkan jazakillahu/jazakallahu khoiron atas jawabannya. Semoga Ustadz/Ustadzah panjang umur, diberi kesehatan, dan selalu bahagia. Aamiin.

Salam,

Fulanah

JAWAB:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas doa-doa kebaikannya. Semoga, Allah juga limpahkan kebbahagiaan, ketenangan, kesejahteraan, dan keberkahan hidup untuk Ibu Fulanah.

Gambar di atas merupakan pilihan yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat rekening bank, maka energi positif merupakan tabungan dan energi negatif adalah penarikan.

Ketika kita lebih banyak menabung, maka kondisi emosi kita akan stabil, bahkan berkelimpahan kebahagiaan, insyaallah. Tapi sebaliknya, jika kita lebih banyak melakukan penarikan, maka kondisi psikis juga akan oleng. Artinya, kalau kebanyakan energi negatif yang dilakukan, sudah bisa dipastikan akan membuat situasi tidak sehat.

Terkait pertanyaan Saudari Fulanah, ego bisa kita kendalikan dengan memperbanyak melakukan hal-hal yang positif, tidak berprasangka, sabar, dan lainnya.

Kalau posisi benar, apakah kita selamanya harus mengalah? Tentu saja tidak. Di sinilah perlunya bersikap asertif, yaitu katakan yang sebenarnya dengan cara yang paling baik yang bisa diikhtiarkan dan teruslah mohon pertolongan kepada Allah yang membolakbalikkan hati manusia.

Terus semangat untuk menebar manfaat dan kembangkan potensi yang dimiliki, insyaallah akan lebih merasa berarti.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Salam!

Dijawab oleh: Bunda Sholikunihayah, M.Psi., Psikolog.

Sahabat Migran ingin berkonsultasi seputar masalah agama Islam dan persoalan kehidupan?

Yuk, sampaikan pertanyaannya melalui pesan WhatsApp ke nomor +852 52982419. [DDHK.ORG]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here