ArtikelKeuangan

Pilihan Produk Investasi yang Cocok untuk Pekerja Migran

Investasi adalah kendaraan yang dapat kita gunakan untuk mewujudkan tujuan keuangan.

DDHK.ORG — Salah satu permasalahan orang yang bekerja di luar negeri adalah membeli produk investasi. Kali ini kita akan bahas produk investasi untuk yang aman untuk Sahabat migran.

Sebelum memutuskan berinvestasi, Sahabat harus mengatahui dulu bahwa investasi bukan jalan pintas untuk menjadi kaya. Investasi adalah kendaraan yang dapat kita gunakan untuk mewujudkan tujuan keuangan. Mari kita lihat ilustrasi berikut:

Riana ingin memiliki uang Rp100 juta pertamanya. Bekerja sebagai pekerja migran di Hong Kong, Riana memiliki pemasukan sebesar Rp7 juta per bulan. Saat ini, dia sudah punya uang sebesar Rp20 juta. Bagaimana investasi bisa membantu Riana untuk mencapai Rp100 juta pertamanya?

Jika tanpa investasi maka Riana harus menabung sebesar:

= Rp100 juta – Rp20 juta
= Rp80 juta

Seandainya Riana bisa menabung sebesar Rp4 juta per bulan, maka dia membutuhkan waktu selama
= Rp80 juta/Rp4 juta per bulan
= 20 bulan

Itu pun kalau Riana menyimpan sendiri tabungannya. Apabila tabungannya disetornya ke dalam rekening di bank, tentu akan semakin lama waktu yang dibutuhkan, karena jumlah tabungannya akan dikenakan potongan administrasi setiap bulan.

Lalu bagaimana jika Riana menyimpan uangnya dalam produk investasi yang memiliki imbal hasil? Jika Riana berinvestasi sebesar Rp4 juta per bulan (target imbal hasil investasi 12% per tahun), maka Riana hanya membutuhkan waktu selama 18 bulan saja.

Produk Investasi untuk PMI dan Cocok untuk Pemula

Nah, kira-kira produk investasi apa yang cocok untuk Sahabat migran yang baru akan memulai investasi? Berikut ini saran dari Personal Growth & Financial Microblogger Setiawan Chogah untuk Sahabat:

1. Deposito

Deposito sebenarnya kurang cocok dikategorikan sebagai produk investasi, karena bunga deposito kurang lebih mirip dengan inflasi.

Deposito cocok untuk kebutuhan dana talangan/dana darurat untuk kebutuhan yang sifatnya mendadak atau darurat.

2. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah produk reksa dana yang paling aman, karena isinya adalah deposito dan surat utang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Karena sifatnya yang aman dan mudah dicairkan, maka reksa dana pasar uang cocok untuk kebutuhan dana darurat atau untuk investasi jangka pendek (1-3 tahun).

Membeli reksa dana, Sahabat juga dapat memilih produk reksa dana konvensional atau syariah, sesuai dengan kebutuhan Sahabat.

3. Emas

Produk investasi yang aman selanjutnya adalah emas atau menabung emas. Sekarang ini hampir semua bank syariah memiliki program menabung emas. Emas lebih cocok untuk mengimbangi inflasi (kenaikan harga-harga barang). Selain bank syariah, Sahabat juga bisa menabung emas di Pegadaian.

4. Surat Berharga Negara

Surat Berharga Negara (SBN) adalah produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Individu Warga Negara Indonesia. SBN menjadi alternatif produk investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan. Melalui SBN, Sahabat juga berpartisipasi dalam pembiayaan dan pembangunan negara, lho. Dana yang terkumpul di SBN akan digunakan pemerintah untuk mendanai program-program prioritas dalam pemerataan pembangunan, pendidikan, dan kesehatan di Indonesia. Selain bisa kontribusi bantu negara, aman, dapat untung pula. Asyik, kan?

Secara umum, SBN terdiri dari dua jenis, yaitu yang bersifat konvensional dan syariah. SBN konvensional terdiri dari Savings Bond Ritel (SBR) dan Obligasi Negara Ritel (ORI) yang masuk kategori Surat Utang Negara (SUN).

Sementara, Sukuk Tabungan (ST) dan Sukuk Ritel (SR) tergolong Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SBSN diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, serta sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing. Dengan menggunakan akad dan dikelola berdasarkan prinsip syariah, maka sukuk sukuk tidak mengandung unsur riba (usury), maysir (judi) dan gharar (ketidakjelasan).

Beli Reksa Dana dan SBN di Mana?

Ini mungkin menjadi satu pertanyaan bagi Sahabat. Di zaman yang semakin canggih ini, Sahabat bisa memulai investasi reksa dana dan SBN hanya dari genggaman tangan, kok. Sahabat bisa unduh aplikasi investasi melalui ponsel yang Sahabat punya dan silakan buat akun. Setiawan merekomendasikan beberapa aplikasi yang bisa Sahabat gunakan, di antaranya adalah Bareksa dan Bibit.

Pembukaan akun di Bareksa dan Bibit dapat dilakukan di mana saja. Namun untuk WNI yang bekerja di luar negeri, harus menyiapkan KTP/surat keterangan/resi dan rekening bank atas nama pribadi yang terdaftar di Indonesia dan pastikan bukan rekening QQ (rekening atas nama orang tua).

Cara Pembayaran

Jangan khawatir! Sahabat bisa melakukan transfer di bank-bank umum seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BCA yang ada di Hong Kong. Beberapa bank lainnya juga melakukan kerja sama dengan mitra pembayaran di luar negeri, seperti Western Union, MoneyGram dan lain sebagainya.

Bagaimana, tertarik untuk memulai investasi pertamamu? (DDHK News)

Setiawan Chogah

Seorang microblogger yang kerap mengulas topik pengembangan diri dan tips keuangan di Instagram pribadinya @setiawanchogah.
Tinggalkan Komentar

Baca juga:

×