ArtikelKonsultasi

Saudara Sering Minta Bantu Keuangan, Bagaimana Menyikapinya?

Saudara Sering Minta Bantu Keuangan, Bagaimana Menyikapinya?

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya.

Apabila ada kakak kandung meminta bantuan keuangan berkali kali, sedangkan saya harus membagi uang itu dengan anak, ayah, dan saya sendiri masih ada tanggungan, bagaimana sikap saya terhadap masalah tersebut?

Terima kasih, Ustadz.

Salam, Fulanah

JAWAB:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركات

Bismillah… Membantu kerabat atau mereka yang masih punya hubungan nasab adalah sangat dianjurkan dalam Islam. Diantara riwayat yang menunjukkan hal tersebut adalah:

عن أبي هريرة أنه قال يا رسول الله أي الصدقة أفضل قال: جهد المقل وابدأ بمن تعول” (رواه أحمد وأبو داود وصححه ابن خزيمة وابن حبان والحاكم)

“Dari sahabat Abu Hurairah RA, ia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah sedekah yang paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah orang yang sedikit harta. Utamakanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu (keluargamu)” (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud. Ini hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

عن سلمان بن عامر عن النبي صلى الله عليه وسلم قال الصدقة على المسكين صدقة وهي على ذي الرحم اثنتان صدقة وصلة (رواه النسائي والترمذي)

“Dari Salman bin Amir RA, dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda, ‘Sedekah kepada orang miskin (bernilai) satu sedekah. Tetapi sedekah kepada kerabat (bernilai) dua sedekah, pertama pahala sedekah, kedua pahala (jaga) silaturrahim.’ (Hadits riwayat An-Nasai & Tirmidzi)

Dari keterangan hadits di atas bahwa sedekah kepada kerabat lebih dianjurkan daripada sedekah kepada orang lain karena bisa menyambung tali silaturahmi. Hanya saja, apabila saudara ibu terlalu sangat bergantung kepada ibu tanpa adanya usaha sendiri, maka ibu harus memberinya nasihat secara baik-baik. Karena posisi ibu sudah berkeluarga yang mempunyai tanggungan lebih besar kepada anak dan orang tua. Ibu bisa sedikit demi sedikit mengurangi jatah kepada saudara kandung ibu agar ia bisa berfikir dan bekerja mandiri tanpa harus selalu bergantung kepada ibu.

Semoga diberikan jalan keluar oleh Allah. Amin.

Wallâhu a’lam bish-showâb.

Salam!

(Dijawab oleh: Ustadz Very Setiyawan, Lc., S.Pd.I., M.H.)

#SahabatMigran ingin berkonsultasi seputar masalah agama Islam dan persoalan kehidupan? Yuk, sampaikan pertanyaannya melalui pesan WhatsApp ke nomor +852 52982419. [DDHKNews]

Tinggalkan Komentar

Baca juga:

×