fbpx
17.9 C
Hong Kong
17 Januari 2021

Konferensi Muslim Moderat: Komunitas Melayu Representasikan Islam

- Advertisement -

Komunitas muslim Melayu di Asia Tenggara bisa menggeser posisi komunitas Arab di Timur Tengah sebagai wajah Islam di dunia. Penerapan Islam oleh komunitas melayu dinilai lebih mencerminkan islam yang moderat dan toleran dibandingkan di Timur Tengah yang cenderung hitam-putih.

”Komunitas Melayu jauh lebih bisa menampilkan Islam yang rahmatan lil’alamin atau rahmat bagi semesta alam.Ini yang perlu dilihat oleh dunia internasional sehingga pandangan miring terhadap islam oleh Barat bisa kita kikis,” kata Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Hamka Haq di sela-sela acara International Conference on Global Movement of Moderates atau Konferensi Muslim Moderat, di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin.

Acara yang digagas Perdana Menteri Malaysia M Najib Razak ini dihadiri sekitar 750 peserta perwakilan dari 75 negara Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.

Dari Indonesia, selain Hamka Haq, hadir sebagai peserta antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan anggota Komisi I DPR yang juga Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR M. Najib.

Hamka mengungkapkan, forum internasional yang diselenggarakan komunitas Islam menjadi sangat penting dan relevan dengan terus bergulirnya demokrasi.

Islam yang moderat dan toleran, kata dia, akan selalu dapat berjalan beriringan dengan demokrasi yang oleh Barat sering dipertentangkan. Pandangan senada disampaikan M Najib. Dia melihat ada beberapa sisi dalam forum ini, di antaranya, komunitas Melayu di kawasan Asia Tenggara cukup besar melebihi komunitas Arab di Timur Tengah.

BACA JUGA:  Luncurkan Program Madrasah Perantau Online, DDHK Berikan Kajian Komprehensif untuk Pekerja Migran

Selain itu, komunitas Melayu memiliki sejarah sendiri dalam menerapkan Islam yang toleran moderat.

”Dan ini sudah cukup lama tidak tampil di permukaan atau di kancah internasional. Terakhir komunitas Islam Melayu tampil ke depan adalah ketika Pak Habibie (mantan Presiden BJ Habibie) memimpin ICMI yang kemudian menimbulkan simpati dari Timteng, Eropa, maupun Afrika. Tetapi sekarang ICMI meredup dan gaung Islam di Asia Tenggara juga ikut meredup,” katanya.

BACA JUGA:  Luncurkan Program Madrasah Perantau Online, DDHK Berikan Kajian Komprehensif untuk Pekerja Migran

Padahal, kata dia, komunitas Malayu sebagai komunitas Islam terbesar harusnya bertanggung jawab secara moral untuk tampil di dunia Internasional. (Seputar Indonesia).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong

Are Your Skills Up-To-Date For The Future Of Work? Here’s How...

Are Your Skills Up-To-Date For The Future Of Work? Here's How To Tell As an employee amidst the coronavirus pandemic, you may be looking at...
DD Jabar Terjunkan Relawan ke Lokasi Bencana Tanah Longsor di Sumedang

DD Jabar Terjunkan Relawan ke Lokasi Bencana Tanah Longsor di Sumedang

DDHK.ORG -- Dompet Dhuafa Jawa Barat (DD Jabar) menerjunkan relawan kemanusiaan ke lokasi bencana tanah longsor di Kampung Bojong Kondang, Desa Sawah Dadap, Kecamatan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

28,809FansSuka
483PengikutMengikuti
213PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×