fbpx
19.5 C
Hong Kong
21 Januari 2021

Pemerintah Cina Terus Menindas Muslim Uighur

- Advertisement -

Pemerintah Cina menghukum penjara seumur hidup dua orang Muslim Uighur untuk kejahatan yang tidak diketahui. Kedua Muslim itu dideportasi dari Kamboja setelah meminta suaka. Organisai Uighur American Association (UAA) mengecam pemerintah Cina yang secara diam-diam meminta ekstradisi dua Muslim Uighur kepada pemerintah Kamboja.

Presiden UAA, Alim Seytoff, mengatakan, pemerintah Cina mendeportasi secara paksa kedua Muslim Uighur yang meminta suaka politik dari pemerintah Kamboja itu.  “Kami mengkhawatirkan akan terjadi perlakuan brutal oleh pemerintah Cina kepada mereka,” kata Alim.

Kedua Muslim Uighur –penduduk mayoritas di Provinsi Xinjiang Cina– bernama Nurahmet Kudret (35) dan Islam Urayim (32) diadili secara rahasia di Xinjiang. Mereka lalu dipenjara secara terpisah di ibukota Urumqi atas kejahatan yang tidak diketahui. Mereka termasuk dalam kelompok 20 Muslim Uighur yang mencari suaka di Kamboja pada Desember 2009, setelah terjadi kerusuhan di Xinjiang pada Juli 2009.

Mengutip kelompok hak asasi, Radio Free Asia mengatakan, para pencari suaka telah melarikan diri dari penganiayaan karena mereka telah menyaksikan pasukan keamanan China menangkap dan menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran Uighur selama kerusuhan Juli 2009.

World Uighur Congress (WUC) yang berbasis di Munich, Jerman, tahun lalu mengatakan, negara-negara Asia telah memulangkan paksa setidaknya 180 orang Uighur ke Cina sejak tahun 2001.

Dalam kongresnya di Munich, Presiden WUC Rebiya Kadeer mengatakan, Cina menolak untuk mengkonfirmasi keberadaan Muslim Uighur, mengacu pada laporan media yang mengatakan empat orang dijatuhi hukuman mati setelah mereka kembali ke Cina dan 14 lainnya dipenjara seumur hidup.

BACA JUGA:  Lewat Majelis Mitra Dakwah, DDHK Berikan Bantuan ke Masjid di Blitar dan Magetan

“Muslim Uighur secara paksa dikembalikan ke Cina dengan risiko penyiksaan ekstrem, penahanan, dan penghilangan paksa,” kata Rebiya.

BACA JUGA:  Lewat Majelis Mitra Dakwah, DDHK Berikan Bantuan ke Masjid di Blitar dan Magetan

Muslim Uighur, minoritas Muslim berbahasa Turki yang berjumlah lebih dari delapan juta, terus menjadi korban tindakan keras aparat keamanan Cina. Kaum Muslim menuduh pemerintah Cina menempatkan jutaan etnis Han di wilayah mereka (Xinjiang) dengan tujuan utama menghapus identitas dan budaya Islam warga Uighur.

Beijing memandang wilayah Xinjiang yang luas sebagai aset yang tak ternilai karena lokasinya strategis, dekat Asia Tengah, dan memiliki kandungan minyak dan cadangan gas yang besar. (Mel/Onislam.net/ddhongkong.org).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Zakat Profesi atau Penghasilan

Zakat Profesi atau Penghasilan

Pengertian Zakat profesi adalah zakat harta yang dihasilkan oleh usaha manusia dengan mengandalkan kemampuan intelektual, keahlian dan tenaganya. Ada tiga macam pekerjaan yang dapat dikategorikan dalam...
Malang, Lamongan, Pidie, Cirebon, Manado Dilanda Banjir

Malang, Lamongan, Pidie, Cirebon, Manado Dilanda Banjir

DDHK.ORG -- Selain berbagai bencana alam di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, dan Sumedang yang beritanya sudah tersebar luas, bencana alam berupa banjir juga melanda...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

28,838FansSuka
483PengikutMengikuti
221PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×