fbpx
17.8 C
Hong Kong
8 Maret 2021

Migrant Care: BMI Harus Bayar Rp30 Juta untuk Bekerja di Hong Kong

- Advertisement -

DDHK News, Indonesia — Berdasarkan laporan Bank Dunia, untuk pembiayaan di Hong Kong ternyata buruh migran Indonesia (BMI) merogoh kocek terbesar dibanding negara lain di Asia. BMI harus membayar sekitar Rp30 juta untuk bisa bekerja di Hong Kong. Negara lain, seperti Filipina, dikenakan biaya lebih rendah, yakni sekitar Rp20 juta, untuk bisa bekerja di Hong Kong.

“Ironinya, TKI atau pekerja migran Indonesia penerima upah terbawah di Hong Kong sekitar Rp6 juta-Rp8 juta per bulan. Pekerja Filipina bisa menerima upah Rp8 juta-Rp10 juta per bulan,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah di Jakarta, Rabu (29/1), seperti dikutip metrotvnews.com.

Selain itu, ketika pemerintah Hong Kong membebaskan TKI dari biaya untuk mengganti majikan atau memperbarui kontrak, pemerintah Indonesia masih mengeluarkan peraturan yang mewajibkan tenaga kerja kita harus membayar Rp15 juta-Rp20 juta kalau mau pindah kerja.

“Ini yang kami namakan perbudakan, karena pemerintah Indonesia masih mewajibkan pembayaran untuk perbaikan kontrak seperti yang terjadi di Arab. Mereka (TKI) terjerat ditempatkan dengan majikan. Perbudakan itu terjadi di situ, bisa ngapa-ngapain saja,” tambahnya.

Migrant Care akan menyampaikan petisi untuk mengakhiri perbudakan modern saat sidang OKI di Jeddah, Arab Saudi, nanti. Petisi tersebut untuk mendorong secara sistemis menutup pintu perbudakan serta melepaskan beban biaya jika mereka ingin mengganti majikan dan menjadi buruh migran.

Walk Free dalam laporan Global Slavery Index 2013 memperkirakan 29,8 juta orang diperbudak di seluruh dunia. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang diperbudak terbesar ke-16 di dunia. (metrotvnews.com).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttp://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Interaksi dengan Al-Quran

Interaksi dengan Al-Quran

Oleh Ustadz Imam Al Faruq Disampaikan saat Kajian Madrasah Perantau Online (MPO) DDHK, Ahad, 28 Februari 2021. Mengapa kita harus menjadi ahlul-Quran? اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم...
Hikmah Kisah Para Sahabat Nabi

Hikmah Kisah Para Sahabat Nabi

Oleh Ustadz Hardy Agusman Disampaikan saat Kajian Madrasah Perantau Online (MPO) DDHK, Sabtu, 6 Maret 2021. Siapa itu sahabat? Secara terminologi, kata "Sahabat" merupakan bentuk jama' atau...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

29,474FansSuka
552PengikutMengikuti
272PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×