Info DD

Hong Kong Diserang Bakteri Mematikan

Pemerintah Hong Kong tak hanya dibuat pusing dengan merebaknya kembali virus flu burung atau avian influenza (H5N1). Wilayah otonomi Tiongkok itu, kini juga disibukkan oleh penyebaran bakteri mematikan yang menyebabkan penyakit Legionnaires (Legionellosis).

Bakteri tersebut telah mengontaminasi gedung kompleks perkantoran pemerintah. Para pejabat bidang kesehatan terus melakukan investigasi atas wabah itu, setelah seorang menteri kabinet dilarikan ke rumah sakit akibat terinfeksi bakteri dan terserang penyakit tersebut.

Pusat Proteksi Kesehatan Hongkong telah meneliti dan memeriksa sembilan sampel air dari sejumlah lokasi atau perkantoran pemerintah yang positif telah tercemar bakteri Legionella, penyebab penyakit Legionnaires (semacam penyakit pneumonia atau radang paru akut) itu. Termasuk, toilet di kantor Kepala Eksekutif Donald Tsang.

Pemberantasan bakteri secara masif pun berlangsung di sejumlah gedung pemerintahan kemarin (3/1). Itu menyusul hasil diagnosis bahwa Menteri Pendidikan Michael Suen positif terinfeksi penyakit Legionnaires. Suen telah dirawat di rumah sakit selama lebih dari dua minggu.

Sejumlah lokasi kantor pun menjadi sasaran penelitian. Tidak terkecuali air keran di dapur sebuah kantin dan ruang makan kompleks dewan legislatif juga menjadi fokus. Kompleks perkantoran pemerintah pusat senilai HKD 5,5 miliar (sekitar Rp 60,5 triliun) tersebut baru diresmikan dan dibuka pada 7 Agustus tahun lalu.

Otoritas kesehatan menemukan bahwa level kontaminasi bakteri Legionella pada air keran di kamar mandi Menteri Suen sekitar 14 kali lipat dibandingkan standar aman yang berlaku secara internasional.  Bakteri Legionella berkembang dalam air hangat. Tapi, bakteri ini bisa ditemukan dalam tangki penampungan air, tower pendingin, pusaran air, dan pemandian air panas. Bakteri tersebut juga bisa menyebar melalui tetesan air yang terkontaminasi meski tidak bisa menular.

Penyakit Legionnaires ditemukan setelah terjadi wabah dan penyebaran masif dalam Konvensi Legiun di Amerika Serikat (AS) pada 1976. Meski muncul temuan berbahaya tersebut, pemerintah berupaya meredam kekhawatiran masyarakat, khususnya para pegawai yang bekerja dalam kompleks tersebut. Pihak berwenang menyatakan bahwa lebih dari 3 ribu staf dan karyawan pemerintah bisa bekerja dengan normal.

“Temuan bakteri Legionella di dalam air tidak sama dengan wabah penyakit Legionnaires,” terang pengawas Pusat Proteksi Kesehatan Thomas Tsang seperti dilansir The Standard.

Otoritas terkait menyatakan bahwa upaya pembersihan dan pemasangan saringan air akan membatasi penyebaran bakteri tersebut. Sementara itu, tes sampel air akan kembali dilakukan setelah dua hal di atas dijalankan.

Wong Kwok-hing, seorang anggota parlemen yang pro-Beijing, menilai berita soal merebaknya bakteri tersebut sebagai skandal. Menurut dia, kantor pemerintahan dan parlemen harus dikembalikan ke lokasi sebelumnya (lama) jika situasinya memburuk atau penyebaran wabah bakteri itu meluas. Kompleks perkantoran baru pemerintah pusat Hong Kong tersebut berada di kawasan Tamar. (AFP/BBC/JPPN.com).*

Baca juga:

×