fbpx
16 C
Hong Kong
28 Januari 2021

Hamas dan Fatah Hampir Capai Kesepakatan

- Advertisement -

Dua kelompok pejuang Palestina yang bersaing, Hamas dan Fatah mengumumkan sebuah perjanjian untuk berbagi kekuasaan. VOA News mengabarkan, keduanya juga bersepakat untuk mengakhiri perpecahan di antara mereka dan akan mengadakan lebih banyak pembicaraan sebelum menandatangani perjanjian final yang dimediasi Mesir bulan depan.

Sabtu (25/9) kemarin kedua pihak mengeluarkan deklarasi bersama, menyusul pembicaraan yang berlangsung hingga larut malam antara pemimpin Hamas di pengasingan, Khaled Mashaal, dan pemimpin senior Fatah Azzam al-Ahmad di Damaskus, ibukota Suriah.

Pernyataan itu mengatakan kedua pihak mencapai suatu pemahaman tentang sejumlah besar perbedaaan pendapat di antara mereka, namun hanya memberi sedikit rincian.

Pejabat Hamas, Izzat Rashaq, mengatakan, pertemuan berikut akan berlangsung pada minggu pertama bulan Oktober. Kedua kelompok itu akan menyusun rencana untuk menandatangani perjanjian itu di Kairo, sekaligus membuka jalan bagi pemilihan baru di Palestina.

Rekonsiliasi antara kedua faksi itu dinilai penting selama minggu pertama Oktober karena Presiden Palestina Mahmud Abbas memerlukan sikap yang bulat untuk mendukung pembicaraan yang baru dibuka kembali dengan Israel.

Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah (Hamas) atau Gerakan Perlawanan Islam sejauh ini menolak berdamai dengan Israel. Kelompok ini lebih memilih berperang melawan Zionis Israel ketimbang kompromi. Sebaliknya, Fatah yang merupakan faksi utama PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) bersikap lebih “lunak” dan mau berdamai dengan Yahudi.

Hamas –menguasasi Gaza– berideologi Islam sedangkan Fatah –menguasai Tepi Barat– berhaluan nasionalis-sekuler. Kedua kelompok pejuang Palestina ini kerap terlibat bentrokan bersenjata yang hanya menguntungkan Israel dan melemahkan bangsa Palestina sendiri.

BACA JUGA:  Dompet Dhuafa Berikan Layanan Medis dan Distribusikan Logistik di Lokasi Banjir Kalsel

Dari Mesir diberitakan, pemerintah Husni Mubarak telah membebaskan seorang pejabat penting keamanan Hamas setelah menahannya selama 10 hari. Mengutip media Kairo, Antara mengabarkan pejabat Hamas itu didakwa terlibat dalam penyelundupan senjata ke Jalur Gaza dan pembunuhan seorang penjaga perbatasan Mesir.

BACA JUGA:  Siaga Erupsi Gunung Merapi, Dompet Dhuafa Dirikan 4 Pos di Magelang, Sleman, Klaten, dan Boyolali

Pihak Hamas mengatakan, Mohammed Dababesh yang dibebaskan Jumat itu telah kembali ke Palestina. “Pembebasan itu terjadi sebagai hasil dari kontak antara Hamas dan pemimpin Mesir. Itu juga bukti bahwa tuduhan yang dilaporkan itu palsu dan tidak benar,” kata jurubicara Hamas, Sami Abu Zuhri. (Mel/ddhongong.org).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
5 Manfaat Makan Singkong untuk Kesehatan

5 Manfaat Makan Singkong untuk Kesehatan

DDHK.ORG -- Singkong sering dicap sebagai makanan 'ndeso' karena umum digunakan masyarakat pedesaan sebagai makanan pokok dan kudapan. Di berbagai restoran China dan Thailand...
Listyo Sigit Prabowo Jabat Kapolri

Listyo Sigit Prabowo Jabat Kapolri

DDHK.ORG -- Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

29,371FansSuka
483PengikutMengikuti
231PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×