fbpx
13.3 C
Hong Kong
18 Januari 2021

Film Anti-Islam Diputar dalam Sidang Pengadilan Belanda

- Advertisement -

Sidang perkara kebebasan berbicara bermotif kebencian atas anggota parlemen Belanda anti-Islam, Geert Wilders, dilanjutkan Rabu lalu dengan pemutaran film kontroversialnya berjudul Fitna. Film pendek itu secara sepihak menuduh Islam ” berusaha menghancurkan peradaban Barat”.

Film komentar berdurasi 17 menit itu, salah satu dari bukti dalam sidang Wilders dengan dakwaan menghasut kebencian dan diskriminasi terhadap kaum Muslim, diputar di sebuah layar lebar pengadilan distrik Amsterdam.

Salah satu penuduhnya, seorang wanita, memohon agar dimaafkan untuk memutar apa yang dia tegaskan kepada majelis hakim “Saya tidak mau tonton”.

Terancam

Wilders, yang akan jadi mitra bayangan pemerintah mendatang, terancam hukuman penjara setahun atau denda sebesar 7.600 euro karena pernyataan-pernyataan yang seenaknya menyebut Islam “fasis” dan menyerupakan kitab suci Al-Qur’an sebagai “Mein Kampt”-nya Hitler.

“Fitna”, yang memicu protes di banyak negara Muslim setelah diputar di Belanda pada 2008, menampilkan gambar Nabi Muhammad dengan bom yang berdetik dalam sorbannya.

Film bermasalah tersebut selang-seling menampilkan gambar-gambar para korban serangan teror dengan dilengkapi kutipan-kutipan ayat Al-Qur’an dan imam-imam diduga mendorong pembunuhan orang-orang non Muslim.

Film itu berakhir dengan kata-kata: “Islam ingin mendominasi, merendahkan dan menghancurkan peradaban Barat kita” dan “Hentikan Islamisasi. Pertahankan kebebasan kita.”

Dibacakan

Pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh para penuduh Wilders dibacakan dalam rekaman pengadilan, Rabu, hari kedua persidangan yang disiarkan secara langsung di Internet.

“Sebagai orang dan sebagai sebuah keluarga, kami tidak lagi merasa aman di Belanda,” ujar seorang penuduh.

BACA JUGA:  Lewat Majelis Mitra Dakwah, DDHK Berikan Bantuan ke Masjid di Blitar dan Magetan

“Pak Wilders lebih suka kami angkat kaki dari masyarakat Belanda. Dia mengusik kaum Muslim agar pergi. Tak lama lagi anak-anak kami tidak akan bisa menyatakan bahwa mereka adalah Muslim atau keturunan setengah Maroko”.

BACA JUGA:  Luncurkan Program Madrasah Perantau Online, DDHK Berikan Kajian Komprehensif untuk Pekerja Migran

Wilders menghadapi lima dakwaan atas komentar-komentar yang dibuat di koran-koran Belanda dan di forum-forum Internet antara Oktober 2006 dan Maret 2008.

Sidang tujuh hari telah dijadualkan dalam Oktober, dengan putusan diduga akan diambil pada 4 Nopember mendatang.

Partai Wilders, Partai Kebebasan (PVV) menduduki urutan ketiga dalam pemilihan nasional 9 Juni, dan kini telah mencapai persetujuan untuk mendukung sebuah pemerintah minoritas baru yang terdiri atas Demokirat Kristen dan kaum liberal sebagai imbalan diberi hak menentukan pembuatan kebijakan. (AFP/Analisa).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Hidup Saya Banyak Sekali Cobaannya

Hidup Saya Banyak Sekali Cobaannya

TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Pak saya mau tanya. Kenapa hidup saya banyak sekali cobaannya? Apakah karena banyaknya dosa yang sudah saya lakukan? Mulai dari masalah keluarga, sampai saya...
Cara Menghafal Al-Quran

Cara Menghafal Al-Quran

TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Mohon maaf pak Ustadz, saya mau tanya tentang  bagaimana cara mengatur waktu antara murojaah hafalan dan menambah hafalan ayat? Terima kasih. Salam, Fulanah JAWAB: Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Membaca Al-Qur'an...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

28,816FansSuka
483PengikutMengikuti
215PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×