fbpx
11.7 C
Hong Kong
19 Januari 2021

Muslim Chechnya Berusaha Akhiri Tradisi Culik Pengantin

- Advertisement -

DDHK News — Pemimpin Muslim Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengaku tengah berupaya mengakhiri praktik lama penculikan calon pengantin wanita yang bertentangan dengan hukum Rusia.

Kadyrov ditunjuk pemerintah Rusia untuk menjaga perdamaian di Chechnya, satu dekade setelah militer Rusia melumpuhkan para pejuang kemerdekaan Chechnya.

“Pemerintah setempat tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas situasi ini … penculikan pengantin wanita tidak mempunyai tempat baik dalam Islam maupun dalam hukum Rusia,” kata Kadyrov dalam pertemuan dengan pemerintah Chechnya yang dipublikasikan website resmi pemerintah.

Pengamat mengatakan, Kadyrov sedang menghadapi meningkatnya tekanan dari Moskow untuk mengekang tradisi lokal yang melanggar hukum federal, setelah para pemimpin spiritual pada Agustus memerintahkan kelompok bersenjata melecehkan wanita yang tidak memakai jilbab. Insiden itu menggemparkan warga Chechnya.

Penculikan pengantin wanita oleh keluarga mempelai pria sampai waktu pernikahan adalah sebuah tradisi kuno di Kaukasus Utara dan ada sebelum Islam masuk Chechnya sekitar 250 tahun lalu.

Kadang-kadang penculikan pengantin itu berfungsi sebagai bagian dari perjodohan, tetapi sering pihak pengantin wanita dan keluarganya tidak siap.

Kadyrov merujuk pada usaha penculikan seorang wanita muda pada 28 Desember di Desa Geldagen yang memicu perkelahian fisik antara keluarga calon pengantin setelah pihak wanita melakukan perlawanan. Kadyrov mengatakan ia telah memecat seorang imam lokal yang telah menyetujui penculikan itu.

Kadyrov mengatakan secara terbuka bahwa dia percaya syariat Islam lebih diutamakan dari hukum Rusia, tetapi juga telah berulang kali mengatakan dia berkomitmen untuk pemerintah Rusia.

BACA JUGA:  Luncurkan Program Madrasah Perantau Online, DDHK Berikan Kajian Komprehensif untuk Pekerja Migran

Kadyrov pertama kali menyerukan penghentian tradisi penculikan pengantin itu pada Oktober, ketika ia menetapkan denda 1 juta rubel ($ 33,180).  Tetapi banyak warga Chechnya, termasuk kaum wanita, melihat penculikan pengantin itu sebagai bagian dari identitas budaya.

BACA JUGA:  Luncurkan Program Madrasah Perantau Online, DDHK Berikan Kajian Komprehensif untuk Pekerja Migran

“Ini adalah kebiasaan lama dan indah, seharusnya tidak dikenai sanksi hukum,” kata warga Grozny berusia 41 tahun, Syeda Umayeva, yang diculik oleh keluarga suaminya 17 tahun lalu. (Mel/Reuters).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Cara Bantu Orang Sakit berwudlu

Cara Bantu Orang Sakit berwudlu

TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Mohon maaf saya mengganggu aktivitas Ustadz. Mohon pencerahannya soal wudlu. Bagaimana cara kita membantu orang yang lagi sakit dan sudah tidak bisa lagi bergerak....
Hidup Saya Banyak Sekali Cobaannya

Hidup Saya Banyak Sekali Cobaannya

TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Pak saya mau tanya. Kenapa hidup saya banyak sekali cobaannya? Apakah karena banyaknya dosa yang sudah saya lakukan? Mulai dari masalah keluarga, sampai saya...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

28,817FansSuka
483PengikutMengikuti
215PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×