fbpx
18.5 C
Hong Kong
26 Januari 2021

Belanda Belum Aman, Anti-Islam Masih Menghadang

- Advertisement -

Penolakan Pengadilan Den Haag atas tuntutan penangkapan terhadap Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum memberikan jaminan bahwa pemerintah Indonesia sudah bisa melenggang ke negeri Kincir Angin itu dengan tenang.

RMS sebagai pihak penggugat masih menyatakan banding. Bukan hanya itu, pekan depan, kabinet baru Belanda yang didukung partai anti-Islam, Partai untuk Kebebasan (PVV) pimpinan Geert Wilders, terbentuk. Partai ini sukses menjual isu anti-imigran Muslim.

Geert Wilders  dalam sebuah talkshow di televisi Belanda pernah secara tegas menolak masuknya warga Indonesia untuk tinggal di Belanda. Penolakan ini terkait dengan program partainya  yang anti-imigran dari negara-negara Islam, termasuk Indonesia.

Seperti dikabarkan situs Radio Nederland,  Wilders menganggap setiap negara yang penduduknya lebih dari 50 persen Muslim adalah negara Islam. Menurutnya, siapa pun dari negara Islam, entah dia agama apa, tak boleh masuk Belanda.  Wilders menekankan,  pernyataannya itu juga berlaku bagi Indonesia.

Sikap Wilders sempat mengundang reaksi keras Dubes Indonesia untuk Belanda, Fanny Habibie. Bahkan, dalam sebuah wawancaranya dengan harian Het financieeledaagblad, Fanny sempat menuding para pemilih PVV mengidap ” sakit jiwa ketakutan terhadap Islam”.

Dalam wawancara itu, Fanny lantas meminta agar mereka lebih banyak belajar Islam. Komentar Fanny sempat menjadi kontroversi di Belanda, hingga akhirnya Fanny mencabut ungkapannya itu.

Kini PVV tengah berunding dengan Partai Liberal Konservatif (VVD) dan Partai Kristen Demokrat (CDA) untuk membentuk pemerintahan baru. Wilders memang tidak masuk dalam kabinet. Namun, melalui partainya, PVV ikut menentukan arah kebijakan pemerintahan Belanda mendatang. Program-program seputar imigrasi, termasuk pembatasan bagi pendatang muslim juga dibahas dalam formasi kabinet baru itu.

BACA JUGA:  Siaga Erupsi Gunung Merapi, Dompet Dhuafa Dirikan 4 Pos di Magelang, Sleman, Klaten, dan Boyolali

Meski sebagai “partai penggenap”, PVV memiliki nilai tawar yang cukup tinggi dalam koalisi. Tidak mengherankan jika kemudian PVV memiliki peran yang signifikan dalam menentukan arah kebijakan kabinet baru Belanda ke depan. Menurut rencana, Belanda akan mengumumkan kabinet barunya akhir pekan minggu depan.(rnl/jpnn.com)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya? TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Ustadz saya ingin bertanya. Apa yang sebaiknya aku lakukan sebagai istri sekaligus anak? Ibu...
Keponakan Utang tapi Ogah Bayar

Keponakan Utang tapi Ogah Bayar

Keponakan Utang tapi Ogah Bayar TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Ustadz, keponakanku kan minta tolong dipinjami uang. Lalu, aku pinjemi. Saat waktunya bayar, dia selalu cari-cari alasan dan tidak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

29,367FansSuka
483PengikutMengikuti
229PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×