fbpx
16.9 C
Hong Kong
26 Januari 2021

Sering Berbuat Dosa

- Advertisement -

Assalamualaikum Wr.Wb,
Saya adalah seorang pemuda berusia 26thn. Hampir selama ini saya tidak menekuni agama dengan serius, saya hanya menjalankan perintah agama yg sangat umum seperti shalat – mengaji – puasa dan semua itu masih angin2an dan saya angin shalat-ngaji-puasa saya sangat jauh dr standar, juga ditambah saya sering berbuat dosa besar.

Alhamdulillah Ya Allah… Saat ini yg saya rasakan adalah saya ingin mengkahiri semuanya. Pelan-pelan saya mulai meninggalkan larangan-Nya, pelan2 saya mulai shalat 5 waktu, dan mengaji di waktu2 senggang. Saya ingin bertaubat, dan keinginan itu saat ini sangat besar. Setelah saya browsing sana sini, ternyata Islam itu sangat luas sekali, hingga saya bingung hrs memulainya dari mana. Apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu? Saya sangat membutuhkan pembimbing. Saya sangat memohonkan petunjuk. Terima kasih byk.

Syukur alhamdulillah Anda sudah berupaya melakukan perubahan ke arah yang baik. Semoga Allah SWT. memberikan istiqomah kepada Anda dan menerima taubat Anda. Mulailah dengan minta do’a kepada orang tua Anda, terus tingkatkan ilmu pengetahuan Islam, perbanyak dzikir dan istighfar, yakinlah bahwa Allah sayang kepada Anda, tidak mungkin Dia menelantarkan Anda. Perbanyaklah silaturrahim dengan para kiai mintakan nasihat dan do’a dari mereka. Selamat berjuang semoga sukses.

Saya sangat bersyukur kepada Alloh SWT yang telah banyak memberikan potensi yang dimiliki dalam diri manusia sebagai makhluk yang pandai berbicara.
saya mau bertanya apakah dengan modal pandai berbicara hidup manusia akan terjamin bagi dirinya, masyarakat dan bangsa.
karena kalau saya cermati tidak sedikit para cendikia komunikasi/pakar komunikasi tidak bisa memberikan solusi yang baik dengan adanya permasalahan-permasalahan masyarakat yang saat ini terjadi. (hilmi)

BACA JUGA:  Bahan Pangan Masih Sulit Didapat di Lokasi Gempa Sulbar
BACA JUGA:  DMC Dompet Dhuafa Berikan Bantuan Psikologi Kebencanaan di Lokasi Gempa Sulbar

Modal pandai berbicara saja belum cukup untuk menjamin seseorang memperoleh kebahagiaan hidup dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Ada potensi lain yang tidak kalah penting dan merupakan satu kesatuan. potensi itu adalah dzikir dan pikir. dalam segala aktivitasnya manusia hendaklah menyertakan keduanya, sehingga jika bicara tidak asal bicara tetapi senantiasa dipikirkan manfaatnya bagi dirinya dan orang lain. Senantiasa mengingat Allah (dzikir) akan memberikan ketenangan dan kedamaian

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Berita sebelumyaTakut Aliran Tidak Jelas
Berita berikutnyaKetenangan Hati
DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya? TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Ustadz saya ingin bertanya. Apa yang sebaiknya aku lakukan sebagai istri sekaligus anak? Ibu...
Keponakan Utang tapi Ogah Bayar

Keponakan Utang tapi Ogah Bayar

Keponakan Utang tapi Ogah Bayar TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Ustadz, keponakanku kan minta tolong dipinjami uang. Lalu, aku pinjemi. Saat waktunya bayar, dia selalu cari-cari alasan dan tidak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

29,366FansSuka
483PengikutMengikuti
229PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×