fbpx
16.9 C
Hong Kong
26 Januari 2021

Puluhan Muslim Tewas di Penjara Uzbekistan

- Advertisement -

DDHK News — Setidaknya 39 warga Muslim Uzbekistan meninggal karena disiksa di penjara-penjara pemerintah sepanjang tahun 2010. Demikian dilaporkan Independent Human Rights Defenders Group (IHRDG). Pemerintah melakukan penekanan terhadap kelompok-kelompok Islam dan para pengkritik pemerintah lainnya. Pada 2009, menurut IHRGD, tercatat 20 orang tewas karena disiksa di penjara.

Dalam laporannya yang dirilis Kamis (30/12) sepert dikutip Washington Post, IHRDG mengatakan, angka itu berdasarkan informasi dari anggota keluarga para korban dan mantan tahanan. Angka sebenarnya bisa lebih besar lagi. Banyak yang tidak dilaporkan karena anggota keluarga takut tindakan aparat jika mereka benyanyi kepada kelompok HAM.

Pihak penjara kerap mengembalikan jenazah kepada keluarga di dalam peti yang disegel guna menyembunyikan bukti penyiksaan. Polisi memaksa pihak keluarga untuk tidak melakukan ritual prosesi jenazah secara Islam dengan menguburkan peti secara utuh.

‘’Mereka menyerahkan jenazah tengah malam, memaksa keluarga untuk menguburkan saat subuh dan berpatroli di sekeliling rumah selama beberapa hari setelah pemakaman,’’ kata ketua IHRDG, Surat Ikramov, kepada kantor berita AP.

Kelompok HAM lainnya, Human Right Watch (HRW), mengatakan, pada 2007 pemerintah Uzbekistan secara rutin memukul tahanan dan menyiksanya dengan sengatan listrik untuk mendapatkan informasi. Mereka juga melakukan pelecehan seksual. Puluhan aktivis oposisi dan HAM telah dipenjara dalam beberapa tahun ini.

Takut akan meluasnya tradisi Muslim dari negara tetangga Afghanistan, pemerintah Uzbekistan pimpinan mantan tokoh komunis, Islam Karimov, melakukan tindakan represif terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah di luar masjid-masjid yang direkomendasikan pemerintah. Tindakan ini telah berlangsung bertahun-tahun.

BACA JUGA:  Dompet Dhuafa Buka 2 Pos Medis Hingga Dapur Umum di Lokasi Banjir Kalsel

Ikramov mengatakan jumlah Muslim yang dipenjara mendekati 10 ribu. ‘’Jumlah ini selaku meningkat,’’ katanya.

Ia mengatakan tahun 2010 aja, 370 orang, termasuk puluhan wanita, ditahan dengan tuduhan terlibat kelompok Islam radikal. Ia mengatakan tertuduh kerap disiksa sebelum dibawa ke pengadilan tertutup. Di penjara, mereka kembali disiksa oleh sesama tahanan, yang sengaja diinstruksikan oleh aparat.

BACA JUGA:  DMC Dompet Dhuafa Berikan Bantuan Psikologi Kebencanaan di Lokasi Gempa Sulbar

Bukan hanya Muslim, kelompok agama lainnya, seperti Kristen Protestan, juga menghadapi tekanan dari pemerintah. Sejumlah pendeta telah dipenjara dengan tuduhan membangkitkan kebencian terhadap umat Islam.

Karimov berkuasa di negara berpenduduk 28 juta yanng mayoritas Muslim ini sejak 1991. Pemerintahannya dimusuhi AS dan negara-negara Barat menyusul tindakan brutal terhadap gerakan protes di kota Andijan pada 2005 yang menewaskan ratusan orang. Pemerintah mengatakan 187 orang tewas dan menuding kelompok Islam yang melakukan kekerasan. (Mel/Washington Post/Republika).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya? TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Ustadz saya ingin bertanya. Apa yang sebaiknya aku lakukan sebagai istri sekaligus anak? Ibu...
Keponakan Utang tapi Ogah Bayar

Keponakan Utang tapi Ogah Bayar

Keponakan Utang tapi Ogah Bayar TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Ustadz, keponakanku kan minta tolong dipinjami uang. Lalu, aku pinjemi. Saat waktunya bayar, dia selalu cari-cari alasan dan tidak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

29,366FansSuka
483PengikutMengikuti
229PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×