Info DD

Dolce & Gabbana Minta Maaf kepada Warga Hong Kong

Rumah mode Italia Dolce & Gabbana meminta maaf kepada warga Hong Kong atas tuduhan mendiskriminasikan mereka terkait pengambilan foto etalase toko di Hong Kong.

“Kami paham insiden-insiden yang terjadi di depan butik Dolce & Gabbana di Jalan Canton telah menyakiti perasaan warga Hong Kong. Oleh karena itu kami sangat menyesal dan kami meminta maaf,” kata Dolce and Gabbana seperti dikutip kantor berita AFP dan bbc.co.uk.

Insiden yang dimaksud adalah dugaan larangan pengambilan foto etalase toko Dolce & Gabbana oleh warga Hong Kong dari trotoar, sedangkan larangan tersebut dikatakan tidak berlaku bagi turis dari Cina daratan dan dari negara-negara lain.

Ratusan orang menggelar demonstrasi di depan toko utama Dolce & Gabbana di Hong Kong akhir pekan lalu setelah muncul laporan bahwa satuan pengaman dan penjaga toko melarang warga Hong Kong mengambil foto etalae Dolce & Gabbana.

Kemarahan warga juga disampaikan lewat internet dengan membuat akun khusus guna memprotes apa yang dikatakan sebagai pelecehan hak-hak mereka.

Protes warga Hong Kong muncul sejak tanggal 8 Januari lalu.

Semula rumah mode Italia itu menolak kecaman yang muncul tetapi akhirnya mengeluarkan pernyataan.

“Kebijakan Dolce & Gabbana adalah menyambut warga Hong Kong dan warga dari seluruh penjuru dunia dengan menghormati hak-hak setiap individu dan undang-undang setempat,” demikian bunyi pernyataan Dolce & Gabbana.

Pertumbuhan penjualan barang-barang mewah di Hong Kong belakangan meningkat pesat seiring dengan peningkatan kesejahteraan di daratan Cina karena banyak warga Cina memborong barang-barang mewah produk Barat di toko-toko Hong Kong.

Tetapi sebagian warga Hong Kong merasa toko-toko barang mewah lebih menyukai konsumen dari daratan Cina dan juga turis-turis Barat. (Mel/BBC/ddhongkong.org).*

Baca juga:

×