ArtikelHikmah

Sudahkah Kita Mencintai Baginda Nabi?

Oleh: Ustadz Very Setiyawan, Lc., S.Pd.I., M.H.

Disampaikan pada Kajian Online Spesial Edisi Maulid Nabi, Hari Ahad, 1 November 2020

DDHK.ORG – Berbicara tentang cinta kepada Nabi Muhammad saw adalah sesuatu yang sangat indah. Dengan mencintai, maka lisan ini akan selalu menyebut nama dan bershalawat kepada beliau. Telinga ini akan dengan seksama mendengarkan sirah, petunjuk, dan hadits beliau. Akal ini akan tunduk terhadap apa yang sudah tetap dari hukum-hukum dan sunnah-sunnah yang beliau bawa. Sedangkan seluruh anggota badan ini akan segera menikmati setiap gerakan yang sesuai dengan apa saja yang bersumber dari beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Definisi Cinta

Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Cinta adalah sesuatu yang tak berbatas, tidak ada definisi khusus, karena ia adalah perkara yang tumbuh dari jiwa dan susah untuk diungkapkan”.

Cinta itu sendiri memiliki dua sisi; lahir dan batin. Cinta kepada sesuatu yang bersifat lahir adalah sebuah fitrah, seperti seseorang yang mencintai kepada hal-hal yang bersifat indah dan enak. Contoh, cinta kepada gambar dan pemandangan yang indah, cinta terhadap makanan dan minuman yang lezat, dan sebagainya.

Sedangkan cinta kepada sesuatu yang bersifat batin adalah seperti seseorang yang cinta terhadap hal-hal yang mulia seperti akhlak yang mulia, sikap yang baik, dan sebagainya. Imam Nawawi berkata: “Makna cinta yang berupa lahir dan batin inilah semuanya terdapat pada diri Baginda Nabi Muhammad saw”.

Hukum Mencintai Nabi Muhammad SAW

Mencintai Nabi Muhammad saw adalah wajib secara qath’i (dalil). Dalil yang menunjukkan wajibnya mencintai beliau sangatlah banyak, diantaranya:

قُلۡ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَآؤُكُمۡ وَإِخۡوَٰنُكُمۡ وَأَزۡوَٰجُكُمۡ وَعَشِيرَتُكُمۡ وَأَمۡوَٰلٌ ٱقۡتَرَفۡتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٞ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَآ أَحَبَّ إِلَيۡكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٖ فِي سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ٢٤

“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. {Q.S. At-Taubah: 24}

Rasulullah saw bersabda:

“لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ والِدِهِ وَ وَلَدِهِ وَ النَّاسِ أَجْمَعينَ”. (متفق عليه)

“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang diantara kalian sehingga aku menjadi orang yang paling dicintainya melebihi cintanya kepada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia”. (H.R. Bukhari Muslim)

Dikisahkan pula bahwa suatu ketika sahabat Umar bin Khattab bersama Baginda Nabi saw. Lalu, ia menggenggam tangan beliau seraya berkata: “Wahai Rasulullah, engkau lebih aku cintai dibanding segala sesuatu kecuali daripada diriku”. Rasulullah saw menjawab: “Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, sehingga aku menjadi yang paling engkau cintai melebihi dirimu sendiri”. Umarpun berkata: “Sekarang, demi Allah, sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai melebihi diriku sendiri”. Rasulullah saw bersabda: “Sekarang (engkau benar) wahai Umar”. (H.R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

“مِنْ أَشَدِّ أُمَّتي لي حُبًّا ناسٌ يَكونونَ بَعْدي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآني بِأَهْلِهِ وَ مالِهِ”. (رواه مسلم، رقم: 5060)

“Diantara umatku yang sangat mencintaiku adalah orang-orang sepeninggalku, (yaitu) salah seorang diantara mereka ingin sekali melihatku (walaupun) dengan (mengorbankan) keluarga dan hartanya”. (H.R. Muslim, no. 5060)

Kenapa Kita Harus Mencintai Baginda Nabi SAW

Ada beberapa alasan yang mendasar kenapa kita harus mencintai manusia sempurna, yaitu Nabi Muhammad saw. Diantaranya adalah:

  1. Nabi Muhammad saw adalah kekasih Allah SWT.
  2. Allah SWT menampakkan kepada kita tentang sempurnanya sifat kasih sayang dan cinta Nabi Muhammad saw kepada umatnya. Allah SWT berfirman:

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. {Q.S. At-Taubah: 128}

  1. Nabi Muhammad saw mempunyai akhlak yang luhur. Allah SWT berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. {Q.S. Al-Qolam:4}

Tanda-tanda Orang yang Mencintai Baginda Nabi SAW

  1. Mengikuti serta menghidupkan sunnah-sunnah Nabi saw.
  2. Memperbanyak menyebut nama Nabi dan bershalawat kepada Nabi saw.

Ciri-ciri orang yang cinta kepada sesuatu adalah dengan banyak mengingat, menyebut, serta mendoakan kebaikan bagi yang dicinta. Begitu pula jika kita mencintai Nabi saw, maka kita tentu banyak bershalawat kepada beliau.

Allah SWt berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ٥٦

 “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. [Q.S. Al-Ahzab: 56]

Jika sebelum memerintahkan hamba-Nya yang beriman saja Allah memberikan contoh bahwa Dia juga bershalawat kepada Nabi, pasti perintah ini bukanlah seperti perintah yang lainnya. Perintah shalawat adalah perintah yang teramat agung dan mulia.

  1. Rindu ingin berjumpa dengan Nabi saw.

Sahabat Bilal bin Rabah adalah muadzin Rasulullah saw semasa beliau hidup. Tapi sepeninggal Nabi wafat, beliau tak mau lagi menjadi muadzin karena selalu merasakan kesedihan yang teramat mendalam ketika mengumandangkan adzan.

Terlebih, pada lafal asyhadu anna Muhammadan rasulullah. Beliau selalu tak kuasa menahan air mata dan tak bisa melanjutkan adzan. Bilal bin Rabah pun tinggal di Syam.

Lalu setelah sekian lamanya, beliau pun kembali ke Madinah dan mengumandangkan adzan lagi di sana. Semua penduduk Madinah pun menangis dan bersedih karena teringat dengan suara muadzin tersebut, yaitu Bilal. Juga, dengan masa-masa indah bersama Rasulullah saw tatkala beliau masih hidup bersama mereka.

  1. Mencintai kitab yang diturunkan kepada Nabi saw, yaitu Al-Qur’an.

Ia adalah mukjizat kekal hingga hari kiamat dan terbesar yang diberikan kepada beliau. Barangsiapa yang mencintai Nabi, pasti mencintai Al-Qur’an dan hatinya selalu terikat kepadanya dengan selalu membaca, menghayati, serta mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal-hal yang Bisa Mendatangkan Cinta kepada Nabi SAW

Diantara hal yang paling membantu agar kita selalu cinta kepada beliau adalah:

  1. Mengagungkan cinta kepada Allah SWT
  2. Membaca sirah beliau
  3. Memahami pahala yang besar sebagai buah dari cinta kepada beliau
  4. Mencintai para Sahabat beliau serta membaca sirah mereka
  5. Mengagungkan sunnah beliau
  6. Memuliakan para ulama yang cinta kepada Nabi saw
  7. Teguh dalam berpegang terhadap sunnah serta membelanya

Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kepada kita rasa cinta yang besar kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, serta umat beliau yang selalu istiqomah di jalannya, amin.

Tinggalkan Komentar

Baca juga:

×