Empat negara utama Eropa yakni Italia, Prancis, Inggris, dan Jerman mendesak Israel untuk menghentikan perluasan pemukimannya di Tepi Barat, Palestina. Negara-negara itu mengatakan tindakan pemerintah Tel Aviv tersebut merusak stabilitas dan prospek solusi 2 negara.
āKami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk mengakhiri perluasan pemukiman dan kekuasaan administratifnya, memastikan pertanggungjawaban atas kekerasan pemukim dan menyelidiki tuduhan terhadap pasukan Israel,ā kata negara-negara tersebut dalam pernyataan bersama pada Jumat (22/5/2026), sebagaimana dikutip Kompas.com.
Mereka mencatat, situasi di Tepi Barat memburuk secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir dan kekerasan terhadap warga Palestina berada di tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. āKebijakan dan praktik pemerintah Israel, termasuk penguatan lebih lanjut kendali Israel, merusak stabilitas dan prospek solusi 2 negara,ā demikian bunyi pernyataan tersebut.
Negara-negara tersebut mengutuk rencana pemukiman E1 Israel dan menganggap itu akan menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Pemukiman E1 merupakan proyek baru yang diperkirakan akan membangun sekitar 3.400 unit perumahan di Tepi Barat yang diduduki, di atas lahan seluas 12 kilometer persegi.
āPerusahaan tidak boleh mengajukan penawaran untuk tender konstruksi E1 atau pembangunan pemukiman lainnya,ā bunyi pernyataan negara-negara tersebut.
Empat negara itu menegaskan, āMereka harus menyadari konsekuensi hukum dan reputasi dari partisipasi dalam pembangunan pemukiman termasuk risiko terlibat dalam pelanggaran serius terhadap hukum internasional.ā
Pernyataan tersebut juga menyerukan Israel untuk mencabut pembatasan keuangan terhadap Otoritas Palestina dan ekonomi Palestina. Keempat negara tersebut juga āsangat menentang siapapun, termasuk anggota pemerintah Israel, yang berpendapat untuk aneksasi dan pengusiran paksa penduduk Palestinaā.
Pernyataan bersama Italia, Prancis, Inggris, dan Jerman muncul setelah pekan yang tegang dalam hubungan Eropa-Israel. Menyusul publikasi sebuah video yang mengungkap perlakuan keras terhadap aktivis Eropa dari armada yang menuju Gaza saat berada dalam tahanan Israel.
Italia dan Spanyol kemudian menyerukan Uni Eropa untuk memberikan sanksi kepada Menteri keamanan nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, yang terlibat dalam aksi kekerasan itu, dan Irlandia mendesak Uni Eropa untuk mengambil tindakan terhadap Israel atas perlakuan terhadap para aktivis tersebut, menurut surat yang bocor yang dilihat oleh AFP.





