fbpx
17.8 C
Hong Kong
8 Maret 2021

Mengaku Nabi, Warga Inggris Dihukum Mati

- Advertisement -

DDHK News, Pakistan — Sebuah pengadilan di kota Rawalpindi, Pakistan, menjatuhkan hukuman mati untuk seorang pria Inggris berusia 70 tahun dengan dakwaan penghinaan terhadap Islam.

Muhammad Asghar ditahan pada 2010 setelah menulis sejumlah surat kepada beberapa orang dengan mengaku dirinya sebagai Nabi, tulis sejumlah laporan.

Pengacaranya mengajukan pembelaan klien mereka kurang waras karena punya sejarah sakit mental namun pembelaan ini ditolak sebuah panel pakar kesehatan setempat.

Asghar, yang berasal dari Edinburgh, Skotlandia, diduga menulis surat kepada perwira polisi setempat dan mengaku sebagai Nabi. Warga Inggris ini diduga sudah menetap di Pakistan selama beberapa tahun.

“Asghar mengaku sebagai Nabi bahkan dalam persidangan. Dia mengaku di depan juri,” kata Javed Gul, seorang jaksa penuntut, seperti dikutip BBC Indonesia dari kantor berita AFP.

Namun menurut kuasa hukumnya, Saba Eitizaz, sang klien disidangkan tanpa didampingi pengacara. Eitizaz mengaku dilarang membela Asghar dan kelanjutan sidang digelar secara tertutup.

Pengacaranya mengatakan akan mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan pada Kamis (23/1/2014) larut malam tersebut. Sebab, kerap terjadi di tingkat banding putusan kasus penodaan agama dibatalkan karena dianggap tak cukup bukti.

Derita paranoid

Asghar sempat didiagnosa menderita paranoid akibat schizophrenia dan menjalani perawatan di rumah Sakit Royal Victoria di Edinburgh. Namun bukti dari perawatan di RS Inggris itu tak diterima oleh pengadilan, lapor sejumlah media.

Akibatnya ia dikenai hukuman kurungan sejak ditahan tahun 2010 dimana menurut pengacaranya ia pernah berusaha bunuh diri satu kali.

Menurut analisi kalangan media setempat Asghar kemungkinan tak akan benar-benar dihukum mati akibat kasus ini karena Pakistan tengah menjalani moratorium tak resmi hukuman mati sejak 2008.

Ia juga telah dikenai perintah untuk membayar ganti rugi dalam jumlah besar oleh pengadilan.

Berdasarkan hukum Pakistan, seorang terdakwa bisa dijatuhi hukuman mati jika dinyatakan bersalah menodai Islam. Sudah ada beberapa kasus yang kemudian mengundang perhatian kalangan internasional terkait penerapa hukum ini. (bbc.co.uk).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttp://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Interaksi dengan Al-Quran

Interaksi dengan Al-Quran

Oleh Ustadz Imam Al Faruq Disampaikan saat Kajian Madrasah Perantau Online (MPO) DDHK, Ahad, 28 Februari 2021. Mengapa kita harus menjadi ahlul-Quran? اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم...
Hikmah Kisah Para Sahabat Nabi

Hikmah Kisah Para Sahabat Nabi

Oleh Ustadz Hardy Agusman Disampaikan saat Kajian Madrasah Perantau Online (MPO) DDHK, Sabtu, 6 Maret 2021. Siapa itu sahabat? Secara terminologi, kata "Sahabat" merupakan bentuk jama' atau...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

29,474FansSuka
552PengikutMengikuti
272PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×