Hong Kong melarang penggunaan produk rokok alternatif seperti rokok elektronnik, vape, dan tembakau yang dipanaskan di tempat umum. Peraturan pengendalian tembakau terbaru ini mulai efektif berlaku pada hari Kamis (30/4/2026). Bagi yang melanggar aturan ini, akan didenda hingga HK$50,000 dan dihukum penjara 6 hingga bulan.
Pada hari Kamis ini, petugas melakukan inspeksi di berbagai lokasi di Negeri Beton. āSiapa pun yang kedapatan membawa vape, rokok elektrik, atau tembakau yang dipanaskan akan dikenai denda tetap sebesar HK$3,000,ā tulis RTHK.
āMereka yang kedapatan membawa produk dalam jumlah besar, seperti lebih dari 5 unit kapsul rokok atau 100 unit stik pemanas, akan menghadapi tuntutan pidana,ā tulis RTHK.
Kepala Kantor Pengendalian Tembakau dan Alkohol, Manny Lam, memimpin langsung inspeksi mendadak di Admiralty. Hasinya, 2 warga tertangkap membawa tembakau yang dipanaskan.
Berbicara kepada wartawan setelahnya, Lam mengatakan kantornya akan meningkatkan inspeksi selama 2 pekan ke depan, khususnya menargetkan area ramai dan distrik komersial. āKetika inspektur Kantor Pengendalian Tembakau dan Alkohol kami menemukan siapa pun yang memiliki, merokok, atau membawa rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, kami akan mengeluarkan surat tilang tanpa peringatan sebelumnya,ā ujarnya, dikutip RTHK.
āKami akan meninjau taktik kami pada tahap awal inspeksi. Kami akan melakukan lebih banyak inspeksi dengan mengenakan seragam dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peraturan baru ini,ā kata Lam.
Aturan baru ini juga bberlaku untuk para wisatawan yang datang dari luar negeri. Lam menegaskan bahwa tidak akan ada kelonggaran bagi pengunjung dari luar negeri. Kantor yang dipimpinnya akan meningkatkan upaya publisitas untuk memastikan wisatawan mengetahui peraturan tersebut.
Ia mencatat bahwa penjualan atau impor produk rokok alternatif telah dilarang sejak tahun 2022. Ia mendapatkan bukti dan data bahwa larangan serupa di tempat-tempat seperti Thailand tidak mengurangi kunjungan wisatawan dari luar negeri.
Untuk Lindungi Generasi Muda
Seorang pejabat pemerintah dan seorang advokat anti-merokok pada hari Rabu (29/4/2026) mengatakan bahwa larangan produk rokok alternatif tidak akan memberlakukan pembatasan tambahan pada perokok. Namun, akan meningkatkan perlindungan bagi kaum muda dan mencegah mereka mengembangkan kebiasaan merokok.
Berbicara di program Backchat RTHK, Grace Wong, petugas medis dan kesehatan senior di Kantor Pengendalian Tembakau dan Alkohol Departemen Kesehatan, menyoroti potensi bahaya produk rokok alternatif bagi kaum muda. Ia mengatakan bahwa angka dan temuan di luar negeri menunjukkan bahwa produk-produk tersebut dapat dengan cepat menyebar di kalangan kaum muda dan menembus sekolah dengan cepat karena desainnya yang trendi dan berbagai rasa.
Ia mencatat bahwa remaja yang telah menggunakan rokok elektrik 3 hingga 4 kali lebih mungkin untuk mulai merokok rokok konvensional di masa depan. āTemuan ini menggarisbawahi kekhawatiran kesehatan masyarakat yang signifikan⦠produk ini dapat berfungsi sebagai titik masuk untuk penggunaan tembakau jangka panjang daripada sebagai sarana pengurangan bahaya,ā ujarnya.
Ia menyerukan kepada masyarakat untuk berhenti menggunakan produk tersebut mulai sekarang.
Kepala Dewan Kesehatan dan Pencegahan Merokok Hong Kong, Henry Tong, mengatakan dalam program yang sama bahwa larangan tersebut akan mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada kaum muda dan orang dewasa bahwa produk rokok alternatif benar-benar berbahaya. Ia juga mengatakan kerangka pendidikan nilai baru yang dirilis oleh Biro Pendidikan bulan ini untuk semua sekolah menengah dan dasar akan mengajarkan siswa tentang bahaya rokok elektrik dan membawa Hong Kong selangkah lebih dekat menjadi masyarakat bebas asap rokok.
āDengan kerja sama orang tua, guru, dan Biro Pendidikan, kami percaya bahwa kami akan terus memperkuat pendidikan pengendalian tembakau dalam sistem pendidikan Hong Kong,ā kata Tong.





