Korporasi atau pihak perusahaan dapat dikenakan tuntutan jika puntung rokok ditemukan di sekitar lokasi konstruksi dan renovasi besar selama inspeksi yang diusulkan. Aturan baru itu berdasarkan perubahan peraturan yang akan segera diberlakukan untuk melarang merokok sepenuhnya setelah kebakaran tragis di Wang Fuk Court, Tai Po.
Hal itu disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Chris Sun. Menurutnya, setelah pemerintah mengajukan amandemen kepada Dewan Legislatif minggu ini yang menetapkan lokasi konstruksi dan bangunan yang sedang menjalani renovasi besar, termasuk area di dekat perancah dan dinding luar, sebagai zona bebas rokok dan menerapkan denda tetap sebesar HK$3,000 untuk pelanggaran umum.
“Perubahan tersebut menetapkan bahwa kontraktor harus mengambil semua langkah yang wajar untuk memastikan bahwa tidak ada yang merokok atau membawa produk rokok tertentu yang menyala dan bahwa kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan denda hingga HK$400,000,” tulis RTHK, mengutip Menteri Sun.
Berbicara dalam sebuah program radio pada hari Sabtu, Menteri Sun mengatakan penegakan peraturan yang lebih ketat akan bergantung pada keadaan seputar pelanggaran setelah perubahan legislatif disetujui. “Misalnya, jika kami melihat seseorang merokok di lokasi selama inspeksi, kami akan segera memberikan surat tilang kepada orang tersebut,” ujarnya.
“Jika kami tidak melihat siapa pun merokok tetapi ada banyak keluhan tentang hal itu atau ada video yang menunjukkan puntung rokok berserakan di sekitar lokasi, kami akan menuntut pemberi kerja karena tidak mematuhi larangan merokok dengan menerapkan langkah-langkah keselamatan,” ujar Sun.
Menteri Sun mengatakan ia percaya efek jera dari inspeksi dan keluhan tentang pelanggaran merokok akan lebih besar setelah perubahan peraturan yang diusulkan diberlakukan.





