Banyak potensi persoalan menemani kehidupan pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Bukan hanya masalah, namun potensi kejahatan dan maksiat juga mengintai setiap saat. Untuk itu, PMI di Negeri Beton harus saling mengingatkan dalam kebaikan kepada sesama, agar selamat dari kejahatan, tidak berbuat maksiat, dan terhindar dari segala persoalan hidup.
Pesan itu disampaikan Ustadz Abdul Razak, pendakwah dari Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) saat memberikan tausiyah agama di pengajian rutin majelis JRQ Yuen Long Ahad, 10 Mei 2026 lalu. āMaka kami, asatidz dari DDHK, datang ke majelis-majelis ingin mengingatkan para jamaah dalam kebaikan dan kesabaran, agar tidak menjadi hamba Allah yang merugi,ā ujarnya.
Hal itu ia sampaikan, merujuk pada firman Allah swt dalam surah Al-āAshr yang berbunyi, āDemi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.ā
Pada kesempatan itu, Ustadz Razak mengingatkan para jamaah dan PMI untuk memanfaatkan kesempatan selama bekerja di Hong Kong untuk bisa berhaji dari Negeri Beton. Sebab, ibadah haji adalah Rukun Islam yang wajib dipenuhi jika kita sudah tergolong mampu.
āKalau kita sudah punya rumah bagus, sudah gonta-ganti motor, apalagi sudah punya mobil dan sawah, maka kita sudah wajib berhaji. Terserah, mau lewat Hong Kong yang tidak perlu menunggu lama, maupun lewat Indonesia, terutama yang punya suami, supaya bisa berhaji bareng,ā ujar Ustadz Razak.
Ia juga mengingatkan agar PMI Hong Kong bisa mengatur uang gajinya tiap bulan. āUang gaji diatur, berapa buat keperluan pribadi, berapa buat dikirim ke keluarga, berapa buat sedekah, berapa buat ditabung,ā ujarnya.
Kalau sangat terpaksa uang gaji dihabiskan sebanyak-banyaknya buat keluarga di Tanah Air, pendakwah asli Betawi itu mengingatkan dengan tegas agar maksimalnya sebatas besaran gaji saja. āJangan sampai kalian bela-belain berhutang. Itu bisa menjadi awal bencana buat kalian!ā kata Ustadz Razak.
āArtinya, kalau duit gaji kalian sudah dikasih sebanyak-banyaknya untuk keluarga di tanggal 15, maka kasih tau keluarga, bahwa mulai tanggal 16 kita puasa bareng tidak pegang duit. Bilang ke mereka, bahwa kalian gajian hanya sekali sebulan, jadi keluarga di rumah minta duitnya jangan berkali-kali dalam sebulan,ā ujar alumni Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Banten ini.





