Observatorium Hong Kong (HKO) menurunkan sinyal T8 menjadi Sinyal Angin Kencang No. 3 pada jam 12.40 siang hari Ahad (26/7/2026). Prakiraan cuaca memperingatkan bahwa kecepatan angin rata-rata 41 hingga 62 kilometer per jam diperkirakan akan terjadi.
Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk tetap waspada dan menekankan bahwa belum aman bagi kapal-kapal kecil untuk meninggalkan tempat perlindungan topan. Pada siang hari, Badai Tropis Parah Noul berada sekitar 110 kilometer di utara Hong Kong, bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam menuju pedalaman Guangdong.
Pejabat Senior Ilmuwan Ng Yin-lam mengatakan bahwa meskipun angin barat daya berkekuatan badai masih mempengaruhi sebagian wilayah, angin tersebut akan berangsur-angsur mereda seiring Noul menjauh. “Di bawah pengaruh pita hujan luar yang intens yang terkait dengan Noul, masih akan ada hujan deras dan badai petir di wilayah tersebut pada hari Ahad,” katanya.
Ng juga menyarankan warga untuk menghindari olahraga air, karena laut diperkirakan akan tetap bergelombang dengan ombak besar.
Menyikapi hal itu, Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) mengumumkan bahwa Kajian Akbar sesi siang di Masjid Tsim Sha Tsui (TST) tetap digelar sesuai jadwal.”Alhamdulillah, berdasarkan informasi terbaru dari Hong Kong Observatory, Strong Wind Signal No. 8 akan diturunkan menjadi Strong Wind Signal No. 3 pada pukul 12.40 waktu Hong Kong. Dengan demikian, Kajian AKbar bersama KH. M. Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A. (Gus Faiz) sesi siang tetap dilaksanakan pada Ahad, 26 Juli 2026, jam 14.00-16.00, di Aula Masjid Kowloon, Tsim Sha Tsui,” demikian diumumkan DDDHK di halaman Facebook resminya.
“Bagi Sahabat yang akan hadir, kami mengimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, membawa perlengkapan yang diperlukan, serta mengikuti informasi cuaca terbaru apabila terjadi perubahan kondisi,” tulis DDHK.




