Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo Lukai Ratusan Juta Muslim di Dunia

33
Halaman depan Charlie Hebdo terlihat di kios surat kabar di Paris pada hari pembukaan persidangan serangan pria bersenjata di kantor tersebut, di Paris, Prancis, 2 September 2020. Sidang berlangsung dari 2 September hingga 10 November. REUTERS/Christian Hartmann (Foto: dunia.tempo.co)

DDHK.ORG — Penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad yang dilakukan Majalah Charlie Hebdo di Prancis kembali menuai kecaman. Kali ini datang dari Indonesia, negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia.

Kecaman disampaikan Pemeirntah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. “Tindakan ini (publikasi kembali kartun Nabi Muhammad) merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif, dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Jumat (4/9/2020).

Menlu Retno menegaskan, tindakan yang dilakukan Majalah Charlie Hebdo bertentangan dengan demokrasi dan berpotensi menimbulkan perpecahan antarumat beragama. Padahal saat ini, ujarnya, dunia sedang memerlukan persatuan dan kebersamaan untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Charlie Hebdo adalah majalah satire asal Perancis. Berdiri tahun 1970 dan sudah terkenal sejak dulu karena kartunnya yang beresiko dan keberanian mengejek para politisi, tokoh terkenal, hingga simbol-simbol agama.

Adapun pengumuman penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad di majalah itu dilakukan pada hari Selasa (1/9/2020) untuk menandai dimulainya persidangan penyerangan kantor mereka pada 2015. (sumber: CNN Indonesia) [DDHK.ORG]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here