‘Kalau Hujan Sering Mati Lampu, Repot Banget Kalau Sedang Pengajian atau Datang Waktu Shalat’

22
Ilustrasi: Masyarakat shalat berjamaah dalam gelap karena mati listrik.

DDHK.ORG — Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) memberikan bantuan berupa satu unit mesin genset senilai Rp2,1 juta untuk Yayasan Hidayatul Qur’an yang berlokasi di Desa Wanadri, RT.02/RW.02, Dukuh Patoman, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Genset tersebut sangat dibutuhkan Yayasan sebagai antisipasi untuk digunakan saat mati lampu yang sering terjadi, saat berlangsungnya pengajian atau datangnya waktu shalat.

Ruswandi, Penanggung Jawab Yayasan, meyampaikan terima kasih kepada para donatur DDHK di Negeri Beton atas bantuan yang diberikan. Menurut dia, bantuan yang diterima betul-betul bisa memberikan solusi bagi persoalan yang selama ini dihadapi yayasan tersebut.

Berikut ini penuturan Ruswandi kepada DDHKNews, Rabu (16/9/2020).

“Bantuan mesin genset ini sangat berguna untuk digunakan kalau sedang mati lampu, baik saat datang waktu shalat maupun sedang pengajian. Di sini sering banget mati lampu. Kalau hujan, seringnya mati lampu. Itu repot banget, kalau sedang pengajian atau datang waktu shalat. Terima kasih banget buat Dompet Dhuafa, terima kasih buat para donatur di Hong Kong.

Bantuan itu memang saya yang minta. Yaitu, minta dibelikan mesin genset. Waktu itu, pas mau shalat berjamaah, lampu mati. Selesai shalat, saya minta bantuan ke Hong Kong.

Alhamdulillah, sejak beli genset, belum pernah mati lampu lagi. Ini sudah lebih dari seminggu belinya. Begitu uang bantuan diterima, langsung gensetnya kami beli.

Kami sudah coba mesin gensetnya. Kami hidupkan, lalu kami pakai untuk menghidupkan mesin pompa air, lampu, kulkas, salon aktif, ampli. Itu kami hidupkan semua, alhamdulillah kuat. Insyaallah, hari Ahad Wage besok akan ada pengajian dan yasinan rutin di sini. Dengan adanya genset ini, hati kami jadi tenang.

Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) memberikan bantuan berupa satu unit mesin genset senilai Rp2,1 juta untuk Yayasan Hidayatul Qur’an yang berlokasi di Desa Wanadri, RT.02/RW.02, Dukuh Patoman, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Yayasan kami memiliki lahan seluas 26×30 meter. Hampir seluruhnya dibangun, kecuali sedikit sekali untuk area dapur. Bangunan diperuntukkan untuk kantor Yayasan dan mushalla yang cukup besar. Di lantai bawah, kami sekat untuk kelas-kelas TPQ. Di atas, untuk ruang pengajian, insyaallah dapat menamoung lebih dari 1.000 jemaah.

Saya pernah berkeliling, sepertinya di Kecamatan Bawang belum ada yayasan lain seperti Yayasan Hidayatul Qur’an ini. Jadi keberadaan yayasan ini insyaallah sangat penting dan bermanfaat bagi warga dan masyarakat sekitar.”

Program Bantuan Lewat Majelis Mitra DDHK

Bantuan yang diberikan DDHK kepada Yayasan Hidayatul Qur’an yang berlokasi di Desa Wanadri, Dukuh Patoman, Kecamatan bawang, Banjarnegara ini merupakan bagian dari pelaksanaan program penyaluran dana bantuan yang dilakukan melalui majelis-majelis mitra DDHK di Hong Kong. Permohonan bantuan pengadaan satu unit genset ini sendiri disampaikan oleh Lilik, pengurus majelis Tsim Sha Tsui (TST) Sabtu Ceria kepada DDHK melalui saah satu koordinator relawan program dakwah, Rusmi.

Oleh Rusmi, permohonan bantuan ini disampaikan kepada General Manager DDHK, M. Imam Baihaqi, pada tanggal 7 September 2020. Tak berselang lama, dua hari kemudian, pada tanggal 9 September dana bantuan tersebut dikirim ke rekening Yayasan di Bank Mandiri Syariah.

Bantuan Keramik

Masih ada harapan Ruswandi kepada para donatur DDHK di Negeri Beton. Dia mengungkapkan, Yayasan Hidayatul Qur’an memiliki empat kelas untuk TPQ.

Yayasan Hidayatul Qur’an yang berlokasi di Desa Wanadri, RT.02/RW.02, Dukuh Patoman, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

“Buat yang kelas IV, lantainya belum dikeramik, karena uangnya belum ada. Ini kelasnya baru jadi. Sementara, ruangan ini masih menggunakan karpet,” kata Ruswandi.

Dia menjelaskan, ruang untuk acara pengajian, ruang untuk shalat berjamaah, untuk tigas kelas TPQ, sudah dikeramik semua. “Harapan saya, semoga donatur di Hong Kong berkenan membantu lagi untuk pembelian keramik buat ruang kelas IV TPQ. Kebutuhannya, 35 dus,” ujarnya. [DDHK News]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here