General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) Ustadz Fajar Shofari Nugraha ditunjuk sebagai Amirul Hajj atau pemimpin rombongan delegasi jamaah Indonesia di Hong Kong yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Tahun ini, total 29 orang jamaah haji yang akan berangkat dari Negeri Beton dalam rombongan yang dipimpin Ustadz Fajar.
“Seperti yang disampaikan pak Baskara tadi, saya diamanahkan seperti itu. Insyaallah, amanah ini saya terima dan akan saya jalankan sebaik yang saya bisa,” kata Ustadz Fajar kepada DDHKNews, usai acara pelepasan calon jamaah haji oleh Hajj Foundation di Ruang Ramayana Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, Ahad (10/5/2026).
Salah satu tugas utama beliau sebagai Amirul Hajj adalah mendampingi para jamaah haji. Terutama, para pekerja migran Indonesia dalam menjalankan semua prosesi ibadah haji, mulai dari keberangkatan, saat di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Hong Kong.
Ustadz Fajar menjelaskan, tahun 2026 ini sebanyak 59 orang melakukan registrasi haji melalui aplikasi Nusuk yang disediakan oleh Pemerintah Arab Saudi. Setelah melewati verifikasi, 33 orang disetujui, tapi yang berangkat 29 orang. sebanyak 4 orang batal berangkat.
“Ada yang tidak berangkat padahal sudah disetujui, karena mereka pasangan suami-istri. Ada yang suaminya disetujui istrinya tidak, ada yang istrinnya disetujui tapi suaminya tidak. Jadi mereka tidak jadi berangkat karena yang disetujui hanya salah satunya saja,” ujar Ustadz Fajar.
Sebanyak 29 orang yang akan berangkat dalam rombongan haji ini berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Ada warga lokal Hong Kong, ada pekerja migran Indonesia, ada dari kalangan BUMN, dan ada dari DDHK.
Pada saat memberikan sambutan di acara pelepasan calon jemaah haji, mewakili Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KJRI Hong Kong, Head of Chancery (HoC) Baskara Pradipta menyampaikan harapannya kepada para jamaah haji. “Kami berharap, (bapak dan ibu jamaah haji) tidak lupa mendoakan kita semua, doakan juga bangsa kita,” ujarnya.
“Kami berharap bapak dan ibu yang akan melaksanakan ibadah haji kali ini, termasuk Ustadz Fajar yang akan bertindak selaku Amirul Hajj, dapat menunaikan ibadah dengan sejuk, kembali dengan selamat, dan membawa predikat Haji Mabrur,” kata pria yang juga menjabat sebagai Konsul Protokol dan Konsuler KJRI Hong Kong ini.
Baskara juga berpesan dan mengingatkan para jamaah haji untuk melaksanakan ibadah dengan niat yang ikhlas, penuh kesabaran dan tawakkal kepada Allah swt. “Namun juga tentunya jangan lupa dijaga kesehatan, karena perjalanan haji membutuhkan stamina, maka perlu diperhatikan pola makan, istirahat yang cukup, dan ikuti arahan petugas. Di samping, juga ikuti bimbingan dan arahan dari pembimbing haji,” ujarnya.
Lembaga Hajj Foundation membantu proses persiapan dan pendaftaran haji para calon jamaah tahun ini. Terutama, untuk para pekerja migran Indonesia (PMI).
“Hajj Foundation bukanlah penyelenggara haji. Kami hanya berperan memfasilitasi dan membantu para calon jamaah haji, terutama para PMI, sebab mereka tidak bisa mengikuti seluruh proses registrasi haji seutuhnya yang harus dilakukan melalui aplikasi Nusuk yang berbahasa Inggris, dan pembayarannya harus dilakukan menggunakan kartu kredit,” kata Chairman Hajj Foundation Yolvis Sahardi.
Jamaah haji Indonesia dijadwalkan berangkat dari Hong Kong pada jam 02.00 tanggal 13 Mei dan akan kembali ke Hong Kong pada tanggal 2 Juni 2026.





