Ini Aksi Responsif Dompet Dhuafa untuk Bencana Banjir Bandang Masamba

45
Orang-orang membawa barang-barang mereka saat berjalan di jalan berlumpur setelah banjir bandang di Masamba, Sulawesi Selatan, Indonesia. (Foto: EPA-EFE/HARIANDI HAFID)

DDHK.ORG — Ribuan rumah warga di wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dihantam banjir bandang, Senin malam (13/07/2020). Banjir ini dilaporkan sebagai

banjir terparah yang melanda wilayah tersebut. Ratusan rumah warga terendam lumpur bercampur pasir setelah diterjang air bah setinggi dua meter.

Berdasarkan laporan terakhir yang disampaikan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, per tanggal 16 Agustus 2020, bencana banjir tersebut mengakibatkan 38 jiwa meninggal dunia, 10 jiwa dilaporkan masih belum ditemukan, 106 jiwa luka-luka. Banjir bandang juga berdampak kerusakan pada 13 tempat ibadah, 4.202 rumah, 9 sekolah, 3 fasilitas kesehatan, dan 2 fasilitas umum.

Untuk merespon bencana banjir bandang di Masamba, Dompet Dhuafa mengerahkan 22 personil, 1 mobil rescue, 1 mobil operasional, dan 4 motor operasional. Pada periode 24 Juli hingga 15 Agustus, beberapa kegiatan telah dilakukan Dompet Dhuafa sebagai respon atas bencana banjir bandang Masamba.

Kegiatan-kegiatan tersebut, yaitu menyediakan hand wash di tempat pengungsian Desa Meli (24 Juli) dan membersihkan sisa banjir bandang di pemukiman warga (24 Juli).

Dompet Dhuafa juga mengevakuasi warga terdampak (4 Agustus), menyiapkan minuman hangat dan dingin di pos pengungsian Meli dengan penerima manfaat 180 orang, yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak, dan membantu mengawal program Tebar Hewan Kurban (2 Agustus).

Pada tanggal 14 Agustus, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sassa Dompet Dhuafa melakukan pemeriksaan kesehatan di pengungsian Lutra, melakukan pencatatan stok obat, melakukan Covid-19 tes di dinas kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di Dusun Salu Langgara dan Dusun Sabang Loang Desa Sassa Kecamatan Baebunta Lutra, serta melakukan edukasi kesehatan protokol Covid-19 dengan membagikan masker di Dusun Salu Langgara Desa Sassa.

Pada waktu yang sama, Dompet Dhuafa juga melaksanakan rapid test di Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, membagikan paket schoolkit dan cookingkit di Desa babelo dan Tugu Coklat, serta menggelar kegiatan mewarnai bersama anak-anak di sekitar posko. Dompet Dhuafa juga melaksanakan kegiatan masak massal di posko dengan menu sate sebanyak 100 porsi untuk para relawan banjir.

 

Sehari sebelumnya (13 Agustus), Dompet Dhuafa menyalurkan 21 paket sembako ke pos pengungsian di Desa Maipi, 5 paket sembako di Desa Lembang-Lembang, dan 1 paket sembako di Desa Bone Tua.

Pada tanggal 15 Agustus, Dompet Dhuafa juga melakukan asesmen untuk Psychological First Aid (PFA) pada 14 kepala keluarga pengungsi di Dusun Petambua dan membantu mendistribusikan bantuan kepada mereka. Juga, membuat fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Selanjutnya, ada beberapa rencana kegiatan yang akan dilakukan Dompet Dhuafa. Yakni, mengelola dan menyalurkan logistik bantuan, melakukan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) ke Tugu Cokelat dan Baliase, melaksanakan kegiatan dapur keliling bersama BPK Kampus Lara, serta membagikan donasi untuk penyintas anak di pos pengungsian Pasar Baebunta.

Dompet Dhuafa Sulawesi melaporkan, saat ini kebutuhan darurat yang sangat diperlukan oleh para korban adalah fasilitas hunian sementara atau hunian tetap, logistik, alat dapur, air bersih, hygiene kit, dan alas tidur. [DDHK.ORG]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here