Pada hari Jumat (2/10/2026), Pemerintah Hong Kong menetapkan status monumen bagi Masjid Stanley. Penetapan masjid yang berlokasi di dalam kompleks Penjara Stanley (Stanley Prison) ini berbarengan dengan penetapan status monumen untuk sebuah kuil bersejarah di pusat kawasan Wan Chai.
Dalam pernyataan yang mengumumkan penetapan berdasarkan “Antiquities and Monuments Ordinance” (Peraturan tentang Benda Purbakala dan Monumen) tersebut, disebutkan bahwa Masjid Stanley, yang terletak di dalam Penjara Stanley, dibangun antara tahun 1936 dan 1937. Masjid ini merupakan masjid tertua kedua di Hong Kong dan satu-satunya masjid yang berada di dalam kompleks penjara.
Pemerintah menyatakan bahwa masjid ini diprakarsai, didanai, dan dibangun oleh staf Muslim asal India dan Pakistan dari departemen penjara, pendahulu dari “Correctional Services Department” (Departemen Layanan Pemasyarakatan), bersama dengan komunitas India setempat. Dengan desain yang mengacu pada Masjid Badshahi di Lahore, Pakistan, Masjid Stanley merupakan jenis bangunan yang langka di Hong Kong.
Masjid ini memiliki tata letak simetris yang menghadap ke arah Ka’bah Suci di kota Mekkah, Arab Saudi, serta dilengkapi dengan atap beton datar, dinding pembatas atap (“parapet”) berornamen gerigi, dan fasad berderetan lengkungan yang menampilkan bentuk tapal kuda serta lengkungan hias bergaya “ogee”. “Masjid ini tidak hanya menjadi bukti pertumbuhan komunitas Muslim di Hong Kong, tetapi juga mencerminkan keharmonisan antaretnis di tengah masyarakat,” demikian menurut pernyataan pemerintah tersebut.
Sedangkan Kuil Hung Shing, yang berlokasi di Queen’s Road East, merupakan salah satu kuil tertua di distrik itu yang masih berdiri, dan diperkirakan dibangun antara tahun 1847 hingga 1852. Kuil yang didedikasikan untuk Hung Shing, sang “Dewa Laut Selatan”, ini menampilkan arsitektur tradisional Lingnan dan berpadu serasi dengan lanskap bebatuan alami di sekitarnya, sehingga memiliki nilai arsitektur yang sangat tinggi.
“Sebagai tengara bersejarah yang penting di tengah kota modern, kuil ini tidak hanya mencerminkan perkembangan Wan Chai selama satu abad terakhir, tetapi juga menjadi pengingat berharga akan lanskap keagamaan awal distrik tersebut serta tradisi komunitas yang terus lestari,” demikian bunyi pernyataan yang menyertai penetapan monumen tersebut.



