Alvin Tedjo menjadi keturunan Indonesia pertama yang terpilih menjadi wali kota di Kanada. Ia berhasil memenangkan pemilihan wali kota (Pilwalkot) Mississauga dalam pemilihan yang digelar pada Senin, 26 Oktober 2026 lalu.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Alvin. Ia mengatakan tidak pernah membayangkan bisa dipercaya untuk memimpin salah satu kota besar di Kanada, mengingat persaingan politik di wilayah tersebut cukup ketat.
Ia pun mengaku bangga bisa mencetak sejarah tersebut. “Saya senang dan bangga menjadi keturunan Asia Tenggara pertama dari Indonesia yang terpilih sebagai wali kota di Kanada,” kata Alvin, sebagaimana dikutip CNN Indonesia.
Alvin mengatakan kemenangan itu menunjukkan keinginan masyarakat Mississauga untuk melihat perubahan dalam kepemimpinan. Menurut dia, warga menginginkan generasi baru yang mampu menghadapi berbagai tantangan saat ini.
“Orang-orang di Mississauga, bahkan di seluruh dunia, menginginkan politik yang lebih positif. Mereka menginginkan kepemimpinan generasi baru, pemimpin yang lebih muda dan mampu menghadapi tantangan yang dibutuhkan dunia saat ini,” kata Alvin.
Mississauga sendiri merupakan salah satu kota besar di Kanada dengan penduduk yang berasal dari beragam latar belakang budaya dan negara. Keberagaman tersebut, menurut Alvin, menjadi salah satu hal yang membuat kota itu terasa dekat dengan dirinya.
Ia menilai latar belakang masyarakat yang multikultural membuka ruang bagi sosok dengan identitas dan pengalaman seperti dirinya untuk ikut mengambil bagian dalam kepemimpinan kota. Alvin mengaku banyak orang terkejut dengan kemenangannya.
Dalam wawancara CNN Indonesia, Alvin mengatakan dua pesaing utamanya merupakan politikus senior yang sudah lama berkecimpung di dunia politik. Keduanya adalah Wali Kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Mississauga Bonnie Crombie.
Berdasarkan hasil penghitungan resmi, Alvin memperoleh 74.479 suara atau sekitar 39,21 persen. Ia mengungguli Carolyn Parrish yang meraih 51.853 suara atau 27,30 persen. Sementara itu, Bonnie Crombie memperoleh 43.191 suara atau 22,74 persen.
Hasil pemilihan tersebut telah disertifikasi oleh pemerintah kota pada 29 Oktober 2026. Alvin bersama anggota dewan kota terpilih lainnya akan menjalani masa jabatan periode 2026-2030. Mereka dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan pada 16 November mendatang.
Alvin Tedjo merupakan politikus Kanada keturunan Indonesia-Tionghoa. Dikutip dari The Star, orang tua Tedjo menetap di Mississauga ia masih berusia 4 tahun. Alvin Tedjo tumbuh besar di pusat kota, di mana ia bisa melihat Balai Kota dari depan rumahnya.
Mengutip situs resminya, Alvin merupakan anggota dewan Kota Clarkson dan Lorne Park yang baru menjabat satu periode. Sebelumnya, Alvin bekerja sebagai staf bidang politik kantor pemerintah daerah.
Selama menjadi anggota dewan kota, Alvin mengeklaim telah meraih beberapa pencapaian. Yakni, mewujudkan transportasi umum gratis bagi anak-anak, mempermudah pembangunan lebih banyak hunian, mengupayakan perluasan ruang terbuka hijau, taman anjing, dan jalur pejalan kaki. Alvin juga berhasil memperluas pilihan tempat penampungan bagi tunawisma, mendukung bank pangan, melegalkan street hockey, serta dua kali memberikan suara untuk menurunkan pajak.
Pada pertengahan 1990-an, ia bertemu dengan wali kota saat itu, Hazel McCallion, setelah memenangkan penghargaan sebagai Warga Muda Terbaik Tahun Ini (Young Citizen of the Year). Alvin pun mengaku mendapat dorongan dari McCallion untuk terjun ke dunia politik.
Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai darah Indonesia yang dimiliki Alvin Tedjo. Ia menutup rapat-rapat informasi terkait orang tuanya.



