Dai Ambassador Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) Ustadz May Dedu berpesan agar para mualaf di Hong Kong untuk terus mencari dan memperkuat bekal ilmu. Sebab, iman, islam, dan ihsan dalam beragama haruslah berpondasikan ilmu.
“Sebab kalau keimanan tanpa ilmu hanya akan menjadi doktrin semata yang menyebabkan seseorang justru menjadi rapuh imannya,” kata Ustadz May Dedu saat memberikan tausiyah agama di acara Eid Al-Adha Celebration yang digelar Helpers of Islam Group (HIG) Hong Kong di Conference Room Masjid Ammar Wan Chai, pada hari Ahad, 7 Jui 2026 lalu.
Tapi kalau dibangun berdasarkan ilmu, ujar ustadz alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo ini, maka iman seseorang akan semakin kuat. Terkait itulah maka ayat pertama Al-Qur’an yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad adalah pesan untuk membaca.
“Membaca ini adalah pintu masuknya untuk mendapatkan ilmu. Untuk itu, teruslah semangat mempelajari Al-Qur’an, belajar ilmu agama dan ilmu lainnya. Insyaallah, Allah akan membimbing dan menuntun kita pada kebaikan dunia dan akhirat,” ujar Ustadz May Dedu.
Ustadz May Dedu juga mengajak para hadirin yang mayoritas mualaf itu untuk meneladani Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang gigih tanpa putus asa berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah demi mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. “Sebuah makna perjuangan Sayyidah Hajar yang penuh dengan kerja keras, pantang menyerah, kesabaran, dan tawakkal ini patut kita tiru, sebagai penyemangat buat teman-teman mualaf,” ujarnya.
Karena ketabahan dan tawakkal beliau lah, ucap Ustadz asal Cirebon Jawa Barat ini, Allah SWT kemudian memberikan mukjizat berupa air Zamzam. Peristiwa ini kemudian diabadikan sebagai salah satu rukun dalam pelakanaan ibadah haji dan umrah, yaitu Sa’i.

Sekitar 50 orang memenuhi lokasi acara Eid Al-Adha Celebration HIG Hong Kong yang berada di lantai 7 Masjid Wan Chai. Di acara tersebut digelar juga Graduation Iqro Class bagi 5 orang mualaf yang telah menyelesaikan kegiatan belajar membaca Al-Qur’an metode Iqro. Pada kesempatan acara yang juga dihadiri oleh Imam Ushman Yang, Haji Kasim Ma, Mister Khan, dan Brother Jaffar Hussein dari The Islamic Union of Hong Kong (IUHK) itu juga diadakan Qur’an Competition 3 level, yakni beginner, primary, dan intermediate. [Penulis: Lutfiana Wahid]





