Pasukan Zionis Israel Occupation Forces (IOF) kembali mengintersepsi dan membajak kapal-kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dan menculik para pejuang kemanusiaan di Perairan Internasional Mediterania, di sebelah selatan Pulau Siprus dan sebelah utara Mesir/Gaza, pada Selasa (19/5/2026), pukul 14.40 waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan ratusan aktivis dari berbagai negara, termasuk delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) diculik.
Pasukan IOF membajak kapal Akka (Andros), Beit Hanoun (Zefiro), dan Isdud (Don Juan). Hingga berita ini dibuat, pasukan teroris masih melancarkan pengepungan dan intersepsi di perairan tersebut menggunakan kapal-kapal militer (warship), Rigid-Inflatable Boats (RIBs), sambil menodongkan senjata hingga merusak kamera CCTV yang ada di kapal GSF.
Di antara kapal-kapal yang dibajak, terdapat dua Warga Indonesia, yakni ā Herman Budianto Sudarsono (GPCIāDompet Dhuafa) dan ā Ronggo Wirasanu (GPCI ā Dompet Dhuafa). Ustadz Herman merupakan mantan General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK).
Berdasarkan data Tracker GSF, posisi kapal Zefiro saat itu tersisa jaraknya menuju Gaza 117,2 Nautical Miles (Mil Laut), atau setara dengan sekitar 217 kilometer, kurang lebih 14 jam perjalanan lagi menuju Gaza, Palestina. Kapal ini berada di perairan internasional, di luar batas laut teritorial Gaza.
Namun, kecepatan kapal yang drop drastis hingga 0,5 knot selaras dengan laporan berita global yang menyatakan bahwa kapal-kapal dalam konvoi Global Sumud Flotilla sedang mengalami hambatan serius dan dicegat oleh Angkatan Laut Israel di perairan internasional sebelum mereka bisa mendekati pesisir Gaza.
Dalam siaran langsung yang beredar, pasukan Israel juga menguasai kapal-kapal kemanusiaan dan memerintahkan awak kapal serta kru untuk mematikan mesin sebelum melakukan intersepsi di tengah pelayaran, membuang alat komunikasi ke laut, merusak kamera pengawas (CCTV), serta menghentikan seluruh akses komunikasi selama proses intersepsi berlangsung.
Insiden ini, yang mengakibatkan pencegatan para delegasi GSF dari puluhan negara, memicu gelombang kecaman internasional. Dompet Dhuafa turut menyuarakan kecaman keras dan mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas.
Sahabat semua, kami mohon dukungan dan doa terbaik bagi sahabat kami, Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto agar senantiasa Allah swt limpahkan ridho, rezeki, serta perlindungan-Nya. Bersama, kita nantikan kembali mereka ke Indonesia dengan sehat dan bahagia. [Sumber: Dompet Dhuafa]





