Berbeda dengan pengaturan di Tanah Air, hingga tahun 2026, warga Indonesia yang ingin berhaji dari Hong Kong tidak perlu menunggu antrean hingga bertahun-tahun, belasan, atau puluhan tahun. Cukup mendaftar di tahun keberangkatan ketika aplikasi Nusuk sudah dibuka secara resmi oleh Pemerintah Arab Saudi.
Meski begitu, ada berbagai persyaratan yang perlu dipenuhi. Terkait hal itu, lembaga Hajj Foundation yang berbasis di Hong Kong memberikan 6 poin berisi informasi tata cara berhaji dari Negeri Beton.
Informasi ini diposting di akun Facebook resmi lembaga yang berkomitmen membantu calon jemaah haji dan umroh yang berangkat dari Hong Kong itu pada Senin (18/5/2026), atau beberapa hari setelah pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Hong Kong, 13 Mei lalu.
“Karena banyak yang bertanya tentang bagaimana cara berhaji dari Hong Kong, kami Hajj Foundation HK Ltd., perlu menjelaskan dan menyampaikan informasi tentang tata cara berhaji resmi ini supaya terhindar dari berbagai modus penipuan yang menyatakan bahwa seseorang bisa mengurus visa haji dari Hong Kong secara resmi dengan tujuan menarik uang dari masyarakat tanpa ada kepastian keberangkatan. Harap berhati-hati dengan modus begini,” tulis Hajj Foundation.
Pertama, lembaga tersebut memberikan peringatan penting untuk warga Indonesia yang ingin berhaji. “PERINGATAN! Berhaji di Hong Kong tidak perlu ada uang muka atau pembayaran secara cicilan. Semua pembayaran nanti akan dilakukan secara mandiri ke rekening Pemerintah Saudi,” tulis Hajj Foundation.
Peringatan tersebut disampaikan agar para calon jemaah haji tidak terbujuk rayuan untuk menabung terlebih dulu atau melakukan pembayaran melalui seseorang secara cicilan terlebih dulu. Lembaga tersebut mewanti-wanti agar siapapun yang ingin berhaji dari Hong Kong untuk berhati-hati terjebak modus penipuan demikian.
“Karena jika Anda terjebak maka menarik uang tersebut kembali hampir mustahil. Tunggu saja info pembukaan resmi Nusuk dari Pemerintah Saudi, perkiraan sekitar bulan Januari atau Februari 2027. Sekarang Anda menabung sendiri di rekening masing-masing,” tulis Hajj Foundation.
Kedua, untuk bisa mendaftar lewat Nusuk, calon jemaah haji haruslah tercatat sebagai penduduk Hong Kong resmi dengan punya bukti memiliki HKID (KTP Hong Kong), visa tinggal tetap di Hong Kong, serta bukti alamat tempat tinggal berupa tagihan listrik, air, dan telepon atas nama sendiri. Data-data itu harus sama dengan data yang terekam di HKID masing-masing, yang dikeluarkan dalam 3 bulan terakhir saat diminta Saudi untuk verifikasi.
Ketiga, melakukan pendaftaran haji melalui penyedia jasa haji resmi yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi melalui aplikasi Nusuk. “Semua proses dalam bahasa Inggris. Info penyedia jasa ini akan disampaikan secara terbuka saat Nusuk telah dibuka nanti,” tulis Hajj Foundation.
Keempat, membayar ongkos haji yang di dalamnya mencakup biaya tiket dan akomodasi selama di Arab Saudi sesuai paket yang dipilih di Nusuk tersebut, dengan menggunakan kartu kredit atau credit card langsung ke rekening Pemerintah Arab Saudi. Biaya haji ini bervariasi, tergantung fasilitas yang akan didapat dan kualitas pelayanannya.
“Silakan dipilih sesuai kemampuan,” ujar Hajj Foundation dalam innformasi yang dibagikannya.
Kelima, melakukan suntik vaksin maningitis sebelum keberangkatan, dibuktikan dengan adanya sertifikat vaksin berbahasa Inggris dari klinik yang memberikan vaksin tersebut. Sertifikat ini dibutuhkan untuk ditunjukkan di bandara.
Keenam, memiliki visa haji yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi setelah paket akomodasi tinggal selama di Saudi dan tiket pulang-pergi yang sudah dibeli secara resmi didapat. “Biasanya, akan diminta lagi datang ke Konsulat Jenderal Kerajaan Arab Saudi di Hong Kong untuk verifikasi.
“Harap Bapak dan ibu berhati-hati, karena Hajj Foundation HK Ltd. tidak bertanggung jawab jika ada teman-teman yang terbujuk atau menjadi korban penipuan pendaftaran haji di Hong Kong dengan menyetorkan sejumlah uang kepada orang tertentu. Hajj Foundation tidak pernah menunjuk seseorang untuk menarik uang dari masyarakat guna pendaftaran haji di masa depan,” tulis Hajj Foundation di pengujung keterangannya.





