Dunia ini serba tidak pasti. Baik secara global yang ditandai dengan adanya perang di mana-mana, maupun secara domestik banyak harapan dan impian kita yang jauh dari kenyataan. Itu harus kita terima sebagai sunnatullah, karena hanya kematian dan rejeki yang Allah tetapkan pasti untuk kita. Selebihnya, sejak aman Nabi Adam as, adalah ketidakpastian.
Pesan moral itu disampaikan pedakwah Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) Ustadz Abdul Razak saat memberikan tausiyah agama di majelis JRQ Yuen Long pada hari Ahad (17/5/2026). āDiantara kita, menyintai dan menyayangi orang, baik pasangan hidup maupun keluarga, berharap orang-orang tersebut membalas dengan cinta dan sayang sama besarnya, namun pada kenyataannya tidak begitu. Kita terima ketidakpastian tersebut sebagai sunnatullah,ā ujarnya.
āAsalkan, hubungan yang terasa tidak berkeadilan itu tidak berpengaruh kepada hati, pikiran, dan tidak menguras isi dompet kita, insyaallah semuannya aman,ā kata Ustadz Razak.
Jadi, jika kita berada dalam situasi tersebut, ujar pedakwah asli Betawi ini, jangan terlalu dipikirkan dan membuat kita galau, cemas, kuatir. Sebab, asalkan kita beriman dan bertakwa kepada Allah, maka semua akan bak-baik saja.
Ia pun menyampaikan pesan dalam firman Allah swt lewat surah Yunus ayat 62:
Ų£ŁŁŁŲ§Ł Ų„ŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁŁŁŲ§ŁŲ”Ł Ł±ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ Ų®ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ł ŁŁŲŁŲ²ŁŁŁŁŁŁ
āIngatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.ā
Lalu, siapa yang disebutkan sebagai wali Allah dalam ayat itu? āDi ayat berikutnya, Allah menjelaskannya,ā kata Ustadz Razak.
Ł±ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų”ŁŲ§Ł ŁŁŁŁŲ§Ū ŁŁŁŁŲ§ŁŁŁŲ§Ū ŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁ
ā(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.ā
Jadi, sebagai wali Allah yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt, kita tidak perlu takut dan kuatir tentang masa depan kita di dunnia dan nasib kita di akhirat kelak. āSebab, Allah telah memberikan jaminan kepada kita semua, akan memberikan keridoan-Nya dan kehidupan yang baik kelak, insyaallah,ā ujar ustadz lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta ini.
Terkait ketidakpastian yang dialami banyak orang dalam hidupnnya, kita sebagai orang beriman kepada Allah swt sudah memiliki pegangan dan pedoman. Yaitu, kita dekatkan diri kepada Allh swt dan banyak mengingat-Nya.
ā(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram,ā kata Ustadz Razak, mengutip ayat 28 surah Ar-Raād.
Seperti pekan sebelumnnya, di tempat yang sama ia kembali mengingatkan agar pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong bisa mengatur dengan baik dan pas hubungan hati mereka dengan keluarga di kampung halaman. Termasuk, untuk urusan pengiriman uang kepada mereka. āLatih keluarga di rumah untuk memahami bahwa kita gajian hanya sekali dalam sebulan, dan itu jumlahnya terbatas. Jangan sampai kitanya bekerja setengah mati di perantauan, mereka yang di rumah tidak mau ikut hidup prihatin. Akhirnya, secara tidak langsung kita ikut menuntun dan membentuk mereka memiliki mentalitas tukang menadang, taunya hanya meminta. Ogah usaha, enggan bekerja, tidak bisa mandiri. Kelak yang begitu akan membebani kita hingga tua, naāudzu billah min dzalik,ā ujar Ustadz Razak.





