Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa melalui tim Respon Darurat Pendidikan (RDP) menyelenggarakan kegiatan tarhib bertajuk “Ramadan Ceria”. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak penyintas bencana di Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut bertujuan menghadirkan keceriaan, dukungan psikososial, serta bantuan perlengkapan belajar bagi anak-anak penyintas banjir Sumatera.
Tarhib Ramadan dilaksanakan secara roadshow pada tanggal 10 hingga 17 Februari 2026 di tiga wilayah terdampak. Di antaranya Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut menjangkau lebih dari 300 siswa sekolah dasar yang mengalami kehilangan atau kerusakan perlengkapan belajar akibat banjir.
Melalui program tersebut, tim RDP menyalurkan bantuan kebutuhan dasar sekolah seperti tas, buku tulis, alat tulis, serta perlengkapan belajar lainnya. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan aktivitas edukatif dan menyenangkan untuk membangun kembali semangat belajar anak-anak menjelang dan selama Ramadan mendatang.
“Ramadan adalah bulan penuh harapan dan kebaikan. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak penyintas bencana tetap dapat merasakan kebahagiaan dan tidak kehilangan haknya untuk belajar. Meskipun berada dalam situasi sulit,” ujar salah satu perwakilan tim Respon Darurat Pendidikan.
Kegiatan Tarhib Ramadan ini merupakan bagian dari rangkaian besar program Ramadan Ceria, yang akan terus berlangsung sepanjang Ramadan. Program tersebut dirancang untuk memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana, sekaligus memberikan dukungan moral dan material agar proses belajar tetap berjalan dengan baik.
Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum. Tetapi juga mengganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak. Banyak perlengkapan sekolah hanyut atau rusak, ruang belajar terdampak, dan anak-anak harus menghadapi situasi yang tidak mudah di usia mereka yang masih belia. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama dalam memastikan akses pendidikan tetap terjaga.
Respon Darurat Pendidikan mengajak seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, komunitas, dan individu, untuk terus membersamai anak-anak di Aceh dalam proses pemulihan pasca bencana. Dukungan sekecil apa pun akan berarti besar bagi masa depan mereka. Aceh masih membutuhkan kepedulian dan kolaborasi kita bersama, agar setiap anak dapat menyambut Ramadan dengan harapan, semangat belajar, dan keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. [Sumber: Dompet Dhuafa]




