Sekitar 70 orang menghadiri acara babak final lomba baca Al-Qurāan yang diselenggarakan YES Committee Islamic Union of Hong Kong (IUHK) pada hari Ahad, 15 Februari 2026 lalu. Acara tersebut dibarengi dengan kegiatan kajian dakwah jelang Ramadhan yang dipimpin oleh Imam Masjid Chai Wan, Imam Muhammad Tufail, itu digelar di ruang seminar lantai 6 Masjid Wan Chai.
Brother Jaffar Hussain dari YES Committee mengatakan bahwa acara iniĀ merupakan salah satu acara yang paling inspiratif yang diselenggarakan oleh YES Committee IUHK. āSungguh mengharukan melihat konstestan mualaf yang menunjukkan dedikasi yang tulus untuk mempelajari Al-Qurāan, menghafalkannya, dan membaca dengan ketrampulan tajwidĀ yang luar biasa,ā ujarnya.
Lomba baca Al-Qurāan ini dikhususkan bagi para mualaf asal Indonesia dan Filipina yang sedang bekerja dan tinggal di Hong Kong. Lomba dibagi menjadi 4 kategori, yaitu level 1 Beginner membaca surat Al-Fatihah dan surah 3 Qul, Level 2 membaca Juz āAmma, Level 3 membaca Juz 28, level 4 Higher Level membaca surat atau ayat apa saja dari Al-Qurāan.
Sebelum babak final ini, sebelumnya dilakukan Preliminary Round pada 25 Januari 2026 dan Semi Final pada 1 Februari 2026, dengan juri Ustadz Husnul Muttaqin dari Jakarta.
Berikut ini para pemenang lomba tersebut:
LEVEL 1
Juara 1: Mariam Bagobe.
Juara 2: Mariam Aguda.
Juara 3: Khadijah May.
LEVEL 2
Juara 1: Zainah Chariano (Surah Al-Ghasyiyah).
Juara 2: Muhammad Enricuso (Surah Al-Balad).
Juara 3: Azzahra Pagaling (Surah Al-Mutaffifin).
LEVEL 3
Juara 1: Khadija Alba (Surah At-Talaq 1-10).
Juara 2: Noor Rahma (Surah Al-Muzzammil 1-20.
Juara 3: Sama Lopez (Surah Al-Mursalat 1-25).
LEVEL 4
Juara 1: Jamilah Bombarda (Surah Al Kahfi 1-17).
Juara 2: Aishah Durango (Surah Al Hujurat 1-10).
Juara 3: Asuah Catiat (Surah As-Sajadah 1-20).
Tausiyah tentang Puasa Ramadhan
Di sesi kajian agama, Imam Tufail menyampaikan tausiyah tentang puasa Ramadhan. Ia menjelaskan, saat bulan Ramadhan kita berpuasa sejak pagi buta, satu setengah jam sebelum matahari terbit, dan berhenti makan dan minum. Setelah matahari terbenam atau Maghrib, barulah kita dibolehkan makan, berbuka puasa.
Beliau juga menegaskan bahwa Allah SWT adalah Zat yang sempurna, tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya. Sebaliknya, semua makhluk bergantung dan membutuhkan Allah. [Laporan: Lutfiana Wahid]




