Pada 18 Januari 2026 lalu, berlangsung kegiatan lomba lari marathon di Hong Kong. Ajang lari tahunan yang diadakan oleh Standard Chartered Hong Kong Marathon (SCHKM) diikuti oleh ribuan peserta.
Pada perhelatan kali ini, juga terdapat “Marathon Charity Program”, acara yang bersifat untuk penggalangan dana bagi organisasi-organisasi lokal. Organisasi HELP for Domestic Workers ambil bagian pada event ini.
Ada 5 orang mewakili organisasi organisasi di maraton Standard Chartered Hong Kong 2026. Salahnya satunya, pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Mega Kristin. Ia mewakili lari marathon 10 kilometer.

Lari maraton SCHKM sendiri terbagi dalam beberapa kategori. Yakni, Marathon (42.195 kilometer) sebagai kategori lomba penuh dengan kuota 18.000 peserta; Half Marathon (21 kilometer), 10 KM Race, dan 10 KM Wheelchair Race yang merupakan lomba khusus menggunakan kursi roda.
Bagi Mega, keikutsertaannya dalam kegiatan maraton ini memiliki tantangan spesial. “Sebagai Domestic Workers, pastinya agak menantang, dengan kondisi tidak semuanya mendapatkan istirahat tidur yang cukup,” ujarnya.
Untuk memastkan tubuhnya fit menjelang lomba, Mega mengaku minum air yang cukup, latihan, serta makan makanan bergizi yang mengandung protein dan serat yang cukup. “Sedangkan persiapan fisik yang saya lakukan adalah latihan strength training (latihan kekuatan), minimal dilakukan seminggu 3 kali dalam jarak tempuh minimal 5 kilometer. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan massa otot dengan memberikan beban atau resistensi pada otot kaki. Saat jarak tempuh 1 atau 2 kilometer, harus minum air,” kata Mega.
Ini merupakan kali pertama Mega mengikuti lari maraton di Hong Kong. Yang luar biasa, ia mampu menyelesaikan jarak tempuh 10 kilometer itu hingga garis finish dalam waktu 1 jam 30 menit. Fengan begitu, ia berhak mendapatkan medali acara dengan rute Island Eastern Corridor (IEC) East Bound near exit of Central – Wan Chai Bypass itu.
Ia pun membagikan tips bagi pemula yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan serupa. Yakni, wajib latihan, jaga pola makan sehat yang cukup protein dan serat, cukup minum air supaya tidak dehidrasi minimal 3 liter sehari, belajar mengatur napas, serta menggunakan sepatu yang nyaman untuk menghindari cidera kaki.
“Minimal menggunakan speatu khusus untuk lari,” ujar Mega.
Kemudian, latihan lari yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing masing. “Sekali latihan 5 kilometer dan harus membawa air karena tubuh dan jantung kita bekerja keras,” ujarnya. [Laporan: Lutfiana Wahid]





