fbpx
17.8 C
Hong Kong
4 Maret 2021

Ulama Libya Dirikan Partai Politik Islam

- Advertisement -

Sekelompok ulama Libya membentuk partai politik Islam pertama di negara itu pasca tumbangnya rezim Muammar Khadafi. Misi Partai Reformasi dan Pembangunan (Party of Reform and Development/PRD) itu membangun kembali Libya berdasarkan hukum syariah Islam.

PRD didirikan 7 Januari 2012 di kota timur Benghazi dan diketuai oleh mantan anggota Ikhwanul Muslimin,  Khaled al-Wershefani. Para anggota Ikhwanul Muslimin Libya menghadiri pelantikan pengurus partai.

“PRD adalah sebuah “partai Islam yang berkomitmen terhadap prinsip-prinsip syariah Islam” dan bertujuan untuk membangun suatu negara yang berdasarkan institusi,” kata PRD dalam sebuah pernyataan.

“Kami bertujuan untuk fokus pada persatuan nasional dan membangun sebuah negara Libya yang modern, beradab, dan dibangun tanpa mengecualikan atau meminggirkan siapa pun,” kata Wershefani.

Namun dia menambahkan, partainya akan menolak berurusan dengan kelompok yang “bertentangan dengan syariah” –mengacu kepada kelompok sekuler dan liberal di Libya. (Mel/Hurriyetdailynews.com/ddhongkong.org).*

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttp://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Para Dai DD Harus Kedepankan Persaudaraan Penuh Kasih Sayang

Para Dai DD Harus Kedepankan Persaudaraan Penuh Kasih Sayang

DDHK.ORG -- Para dai Dompet Dhuafa (DD) diharapkan menggunakan pendekatan Islam yang rahmatan lil 'alamin, melakukan dakwah-dakwah transformatif, mengedepankan persaudaraan penuh kasih sayang, menjunjung...
Srikandi Laut Tanah Rencong

Srikandi Laut Tanah Rencong

Akademi Militer Kesultanan Aceh Darussalam sedang sibuk. Lapangan depan istana telah dihadiri ribuan warga Aceh. Mereka ingin menyaksikan peristiwa besar hari itu: wisuda lulusan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

29,468FansSuka
552PengikutMengikuti
263PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×