Musim dan cuaca panas sedang malanda hampir seluruh belahan dunia. Termasuk Indonesia, Hong Kong, dan juga Macau.
Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan berlangsung secara bertahap pada Juli hingga September 2026. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut puncak kemarau pada Juli diperkirakan terjadi di 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen wilayah daratan Indonesia.
Kondisi ini akan meluas pada Agustus menjadi 369 ZOM atau sekitar 48,84 persen wilayah daratan, sebelum kembali berkurang pada September menjadi 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen wilayah daratan. Begitu juga Hong Kong dan Macau, belakangan serinng diilanda cuaca panas ektrem
Cuaca yang semakin panas bisa berdampak pada kesehatan. Mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau dan musim panas menjadi hal yang tak kalah penting.
Berikut beberapa langkah menjaga kesehatan selama puncak musim kemarau, yang dapat membantu tubuh tetap fit di tengah suhu yang semakin tinggi, sebagaimana dilansir CNN Indonesia.
Pertama, minum air secara berkala, jangan menunggu haus. Rasa haus sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Karena itu, usahakan minum air putih secara berkala sepanjang hari meski belum merasa haus.
Kedua, perbanyak buah dan sayur yang tinggi kandungan air. Selain minum air putih, kebutuhan cairan juga bisa dipenuhi melalui makanan. Buah dan sayuran seperti semangka, melon, mentimun, dan tomat mengandung kadar air yang tinggi sehingga dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Ketiga, tidak semua orang perlu minuman elektrolit. Melansir dari The Times, banyak orang menganggap minuman elektrolit wajib dikonsumsi saat cuaca panas. Untuk aktivitas sehari-hari, air putih biasanya sudah cukup. Minuman elektrolit lebih dibutuhkan jika seseorang berkeringat berlebihan, melakukan aktivitas fisik berat dalam waktu lama, atau sedang sakit, misalnya mengalami diare dan muntah.
Keempat, kenakan pakaian yang longgar. Pakaian yang terlalu tebal atau ketat dapat membuat tubuh lebih sulit melepaskan panas. Sebaliknya, pilih pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat agar sirkulasi udara lebih baik dan tubuh tetap nyaman saat beraktivitas.
Kelima, kurangi aktivitas fisik saat matahari sedang terik. Suhu udara biasanya mencapai puncaknya pada siang hingga sore hari. Karena itu, hindari aktivitas fisik berat pada jam-jam tersebut bila tidak benar-benar diperlukan. Mengutip dari jurnal Science of The Total Environment, paparan panas berlebihan dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion) hingga serangan panas (heat stroke), kondisi yang bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.
Keenam, jangan abaikan rasa pusing dan lemas. Pusing, tubuh terasa lemah, atau sakit kepala saat cuaca panas bisa menjadi tanda awal tubuh mengalami kelelahan akibat panas atau dehidrasi. Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan aktivitas dan pindah ke tempat yang lebih sejuk.
Ketujuh, cari pertolongan medis bila gejala memburuk. Jangan menunda mencari bantuan medis jika muncul gejala seperti kebingungan, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, atau tubuh terasa sangat panas. Gejala tersebut bisa menjadi tanda kondisi darurat akibat paparan panas yang memerlukan penanganan segera.




