fbpx
18.5 C
Hong Kong
26 Januari 2021

Kiat Shalat Khusyu’

- Advertisement -

KHUSYU’ itu pekerjaan hati. Ali bin Abi Thalib ra meriwayatkan, Rasululullah Saw bersabda: “Khusyu’ itu berada dalam hati” (HR. Hakim). Berikut ini sebagian kiat menggapai sholat khusyu:

PAHAMI BACAAN SHOLAT
Ini kunci sholat khusyu’. Anda akan benar-benar merasakan ’kehadiran’ Allah Swt jika memahami semua bacaan sholat, mulai takbir hingga salam. Kita akan sadar betul, seluruh keperluan hidup kita sudah kita panjatkan pemenuhannya kepada Allah saat sholat, mulai ampunan hingga berkah, mulai hidayah hingga rezeki. Jika kita tidak memahami bacaan sholat, kita ’mengigau’ atau seperti burung beo, berkata tapi tidak mengerti perkataan sendiri.

Memahami bacaan sholat sangat membantu untuk menghindarkan lintasan-lintasan pikiran yang mengintervensi shalat kita.

FOKUS : MENGHADAP ALLAH SWT
Konsentrasikan hati dan pikiran hanya pada sholat. Bahkan jika hidangan makan sudah tersedia, makanlah dulu, baru sholat. “Apabila hidangan makan malam telah disiapkan, maka mulailah menyantap makanan itu sebelum Anda Shalat Maghrib” (HR. Bukhari dan Muslim). Ingat, ketika kita sholat, kita sedang berhadapan dan ”berdialog” dengan Allah Swt.

Hasan bin Ali bin Abi Thalib terlihat pucat pasi saat berwudhu. Ketika ditanya penyebabnya, dia menjawab, “Tahukah Anda, dengan siapa aku akan berhadapan sesaat lagi?”
Pemutuskan hubungan dengan seluruh urusan yang sedang dihadapi, perbaharui ingatan akan hari akhirat, dan bayangkan bahwa kita sedang berdiri di hadapan Allah Yang Maha Agung.

JANGAN MENOLEH
Dari Aisyah ra berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah Saw tentang menoleh dalam shalat”. Kemudian Rasul Saw menjawab: “Menoleh itu adalah suatu keteledoran seseorang akibat ulah syetan dalam salat seorang hamba” (HR. Bukhari).

Menurut Jumhur Ulama’, menoleh itu dimakruhkan, karena bisa mengurangi khusyu’ shalat. Namun, jika menolehnya itu sampai memalingkan dadanya atau seluruh lehernya dari kiblat, maka hal itu bukan lagi makruh, melainkan bisa membatalkan shalat. “Allah SWT selalu menghadap kepada seorang hamba dalam shalatnya, selama dia tidak menoleh, jika dia memalingkan wajahnya, maka Allah pun ‘pergi'” (HR. Abu Dawud dan an-Nasa’i).

BACA JUGA:  Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?
BACA JUGA:  Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

ANGGAP SHALAT TERAKHIR
Anggap saja setiap shalat kita adalah shalat yang terakhir, setelah itu kita akan mati. Jika proses ini berhasil kita lakukan, kita akan merasakan betapa tidak ada lagi kesempatan untuk sholat khusyu’. Sholat terakhir adalah persembahan terakhir seorang hamba dalam melaksanakan perintah Allah Swt.

JANGAN GERAKKAN ANGGOTA TUBUH
Selama sholat, jangan menggerak-gerakan anggota badan di luar shalat, kecuali dalam keadaan sangat mendesak (darurat), misalnya membunuh binatang yang berbahaya atau mematikan api yang dikhawatirkan menyebabkan kebakaran.

Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Saw bersabda, “Jika salah seorang di antara kamu berdiri shalat, maka janganlah menghapus pasir dari wajahnya karena ia sedang menghadapi rahmat.” (HR. Imam yang lima).

JAUHKAN GAMBAR
Jauhkan benda-benda yang bisa mengganggu konsentrasi, seperti gambar atau tulisan. Rasulullah Saw bersabda, “Jauhkanlah tirai ini karena gambarnya menggangguku ketika aku shalat.” (HR. Bukhari).

Kita pun harus mengenakan pakaian yang tidak bergambar atau berisi tulisan di bagian belakang (punggung), karena dapat mengganggu konsentrasi orang yang sholat di belakang kita.

BERPENGARUH
Tanda utama sholat khusyu adalah berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, mulai selalu mengagungkan asma Allah (hikmah takbir) hingga menebar keselamatan kepada sesama, tidak mengganggu mereka dengan lidah dan dangan (hikmah salam). Sholat merupakan pencegah perbuatan keji dan munkar. Wallahu a’lam. (ASMR).*

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya?

Ibu Tidak Mau Tinggal dengan Anak-Mantu, Durhakakah Jika Tidak Bisa Merawatnya? TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Ustadz saya ingin bertanya. Apa yang sebaiknya aku lakukan sebagai istri sekaligus anak? Ibu...
Keponakan Utang tapi Ogah Bayar

Keponakan Utang tapi Ogah Bayar

Keponakan Utang tapi Ogah Bayar TANYA: Assalamu'alaikum, Ustadz. Ustadz, keponakanku kan minta tolong dipinjami uang. Lalu, aku pinjemi. Saat waktunya bayar, dia selalu cari-cari alasan dan tidak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

29,367FansSuka
483PengikutMengikuti
229PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

- Advertisement -
×