Saat kunjungan kerjanya ke Hong Kong, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyempatkan diri untuk mengunjungi shelter Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) di Causeway Bay, pada Ahad (1/11/2026). Kunjungan tersebut untuk berdialog dengan pekerja migran Indonesia (PMI) yang tinggal di shelter dan menyalurkan bantuan.
“Saya, Mukhtarudin, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, sekarang sedang berada di shelter Dompet Dhuafa cabang Hong Kong, bersama Bapak Fajar. Hari ini kita mengunjungi shelter untuk bertemu pekerja migran kita yang ada di Hong Kong yang sedang menunggu proses, ada yang nunggu visa, perpanjangan visa, ada yang sedang mencari majikan. Dan ini rumah Dompet Dhuafa untuk menampung secara gratis tanpa dipungut biaya bagi warga Indonesia maupun pekerja migran yang ada masalah, ataupun yang sedang menunggu proses administrasi (mendapatan) majikan,” ujarnya, saat membuat rekaman video dokumen pertemuan bersama General Manager DDHK, Ustadz Fajar Shofari Nugraha dan 11 PMI yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Berdasarkan dokumen yang diterima DDHKNews, pada kunjungannya ke shelter DDHK, Mukhtarudin didampingi 4 pejabat Kementerian P2MI. Yakni, Direktur Jenderal Pemberdayaan Muh. Fachri, Tenaga Ahli Utama Egy Massadiah, serta Direktur Reintegrasi dan Penguatan Keluarga Hadi Wahyuningrum, Konsul Ketenagakerjaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong Faisal Sinaga.
Pada kesempatan itu, menteri asal Kalimantan Tengah tersebut mengapresiasi peran sosial DDHK dalam melakukan pendampingan kepada PMI yang sedang membutuhkan tempat tinggal sementara di Hong Kong dengan menyediakan shelter. Ia menyebutnya sebagai kepedulian yang luar biasa.
“Saya berterima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa kepada warga negara Indonesia, khususnya pekerja migran yang ada di Hong Kong. Terima kasih buat Dompet Dhuafa yang sudah memberikan kepedulian yang baik kepada warga kita di Hong kong,” ujar Mukhtarudin.
Ia juga mengaku senang atas sambutan hangat yang ditunjukkan PMI di shelter DDHK. “Alhamdulillah juga, hari ini saya disuguhkan kue pukis buatan ibu-ibu yang sedang (tinggal) di shelter Dompet Dhuafa Hong Kong. Rasanya uenak tenan!” ujar politisi Partai Goolkar tersebut.
Selain menerima kue pukis, di shelter DDHK Menteri P2MI juga menerima beberapa cerita dan curahan hati PMI yang diterminate majikannya. Salah satunya, yang mengaku diterminate karena ketahuan menggadaikan paspornya ke renternir.
Mendengar cerita itu, Mukhtarudin mengingatkan PMI untuk berhati-hati dan menjaga betul semua dokumen penting milik mereka. “Termasuk paspor kita, nomor rekening kita, jangan sampai dipinjamkan ke orang lain. Terutama, ke orang-orang asing yang kita tidak kenal,” ujarnya.
Sebab, jika sampai berpindah tangan ke orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dokumen-dokumen tersebut bisa saja disalahgunakan untuk kejahatan keuangan seperti money laundry (pencucian uang) atau judi. Akhirnya, pemilik dokumen tersebut yang harus terjerat kasus pidana dan dianggap melanggar hukum.
“Karena data yang dipakai adalah data kita, maka kitalah yang kena (kasusnya). Padahal kita tidak melakukannya, yang melakukan orang lain. Jadi, harus dijaga data diri kita,” kata Mukhtarudin.

Saat kunjungan tersebut, Menteri P2MI dan rombongan juga memberikan bantuan dana sebesar Rp30 juta kepada DDHK. “Pada kesempatan ini, saya juga akan menyampaikan sedikit bantuan sebagai tali kasih antara Kementerian P2MI dan Dompet Dhuafa yang kami himpun dari bagian zakat pegawai kita di Kementerian P2MI yang nanti akan saya serahkan langsung ke Pak Fajar untuk bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk membantu operasional di Dompet Dhuafa Hong Kong,” ujarnya.
Berdasarkan pengakuan PMI yang hadir, Mukhtarudin merupakan menteri pertama Kabinet Merah Putih yang mengunjungi shelter yang disediakan untuk PMI di Hong Kong. Ustadz Fajar menyambut hal itu dengan gembira.
“Ini adalah kunjungan perdana menteri ke shelter DDHK. Kalau kata para ulama, ‘Keutamaan itu bagi orang yang memulai’. Pak Menteri memulai, sebagai menteri perdana yang datang ke shelter. Dan, shelter yang didatangi adalah shelter Dompet Dhuafa Hong Kong, alhamdulillah,” ujar Ustadz Fajar.
Pada kunjungannya ke shelter DDHK, Menteri Mukhtarudin menyampaikan kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana datang ke Hong Kong dalam waktu dekat. “Rencananya, bapak Presiden, tapi masih rencana, akan ke Hong Kong di bulan November. Untuk tangggalnya masih dikoordinaikan. Mudah-mudahan kejadian. “Namanya rencana, bisa jadi, bisa tidak jadi. Tapi sudah ada keinginan bapak Presiden mau datang untuk bertemu warga Indonesia yang ada di Hong Kong,” ujarnya.



