Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) berhasil memenangkan 3 penghargaan sebagai bandara terbaik. Penghargaan bergengsi tersebut diraih saat jumlah penumpang pada bulan September 2026 lau tercatat meningkat 10,2 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 4,86 juta orang.
Diberitakan The Standard, salah satu penghargaan yang diraih adalah gelar “Bandara Terkemuka di Asia” (Asia’s Leading Airport) dalam ajang World Travel Awards. HKIA telah dianugerahi penghargaan ini selama 6 tahun berturut-turut sejak 2020. Penghargaan ini, yang dianggap sebagai tolok ukur global bagi keunggulan industri, ditentukan oleh para profesional di bidang perjalanan serta wisatawan dari seluruh dunia sebagai bentuk pengakuan atas kinerja luar biasa di sektor penerbangan, pariwisata, dan perhotelan.
Selain itu, bandara ini juga dinobatkan sebagai “Bandara Terkemuka di Tiongkok” (China’s Leading Airport) selama lima tahun berturut-turut. Tak hanya itu, bandara ini juga berhasil meraih gelar “Travel Hall of Fame – Bandara Terbaik” untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut dalam ajang TTG Travel Awards—sebuah penghargaan industri tahunan yang ditentukan melalui pemungutan suara oleh para pembaca sejak tahun 1989.
Vivian Cheung Kar-fai, Chief Executive Officer Airport Authority Hong Kong, menyatakan bahwa pihaknya merasa terhormat atas pengakuan berkelanjutan yang diterima bandara di antara bandara-bandara lain di kawasan ini. “Ia menuturkan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya menegaskan pencapaian konsisten bandara selama bertahun-tahun, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan upaya kolektif seluruh tenaga kerja di bandara,” tulis The Standard.
Ke depannya, Cheung menyampaikan bahwa pihak pengelola bandara akan terus berkolaborasi dengan para mitra bisnis untuk meningkatkan pengalaman penumpang serta memperkuat posisi bandara sebagai pusat penerbangan internasional berkelas dunia.
Dalam sebuah pernyataan, pihak pengelola melaporkan adanya pertumbuhan yang stabil di seluruh indikator lalu lintas utama selama bulan September. Selain peningkatan volume penumpang sebesar 10,2 persen, jumlah pergerakan pesawat juga naik 7 persen menjadi 32.175, sementara volume kargo tumbuh 6,3 persen menjadi 433.000 metrik ton.
Secara khusus, penumpang transit dan transfer terus menjadi pendorong utama pertumbuhan jumlah penumpang secara keseluruhan, diikuti oleh peningkatan jumlah pengunjung yang tiba sebesar 5 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tercatat di sebagian besar pasar, dengan Tiongkok menempati posisi terdepan, sementara penurunan di pasar Timur Tengah mulai melambat. Selain itu, pertumbuhan kargo didorong oleh kegiatan transshipment (pengalihan muatan) dan impor, yang masing-masing meningkat sebesar 26,9 persen dan 9,2 persen. Asia Tenggara dan Tiongkok daratan memimpin lalu lintas kargo regional, yang membantu mengimbangi penurunan pada rute-rute Eropa—sebuah kondisi yang menurut pihak otoritas disebabkan oleh penghapusan pengecualian pajak bea masuk untuk impor bernilai rendah oleh Uni Eropa pada bulan Juli.
Selama tiga kuartal pertama tahun ini, bandara tersebut melayani 49,1 juta penumpang dan 302.075 pergerakan pesawat, yang mencerminkan peningkatan tahun-ke-tahun (year-on-year) masing-masing sebesar 10,1 persen dan 3,9 persen. Volume kargo tumbuh 3,1 persen pada periode yang sama menjadi 3,78 juta metrik ton. Dalam periode 12 bulan terakhir (rolling 12-month basis), jumlah penumpang meningkat 11,5 persen secara tahunan menjadi 65,4 juta, pergerakan pesawat naik 4,9 persen menjadi 405.945, dan volume kargo tumbuh 3,3 persen menjadi 5,18 juta metrik ton.



