Infeksi influenza di Hong Kong menunjukkan peningkatan dengan “pola seperti gelombang” sejak bulan Juni. Masyarakat diimbau untuk mendapatkan vaksinasi flu. Demikian disampaikan Direktur Kesehatan Ronald Lam pada hari Sabtu (12/9/2026), seperti dikutip RTHK.
Saat berbicara dalam sebuah program Commercial Radio, ia mengatakan bahwa influenza A tetap menjadi jenis virus utama. Galur dominan H1 mencakup sekitar 80 persen infeksi, sedangkan galur H3 mencakup hampir 20 persen. Sisanya disebabkan oleh infeksi virus influenza B.
Lam menyebutkan bahwa tingkat infeksi influenza masih tinggi pada pekan lalu, dengan angka kunjungan warga ke rumah sakit umum melonjak menjadi 0,83 per 10.000 pasien, dibandingkan dengan 0,27 pada tahun sebelumnya. Dari 19 kasus infeksi influenza berat pada anak-anak musim panas ini, separuhnya berusia 5 tahun ke bawah dan 3 di antaranya belum divaksinasi.
Lam mengimbau para orang tua untuk segera mengikutsertakan anak-anak mereka dalam vaksinasi, seraya menyatakan bahwa risiko mengalami komplikasi atau kondisi parah lebih dari 5 kali lebih tinggi bagi mereka yang tidak divaksinasi. Terkait program layanan vaksinasi influenza musiman yang menjangkau sekolah-sekolah (School Outreach), ia mengatakan bahwa respons tahun ini sangat antusias, dengan lebih dari 99 persen sekolah telah mendaftar.
“Kami akan menyelesaikan vaksinasi untuk 80 sekolah pada akhir September. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlahnya hanya lima sekolah. “Kami juga berencana menyelesaikan vaksinasi untuk lebih dari 99 persen sekolah yang berpartisipasi pada musim ini; artinya, kami berharap semua sekolah bisa mendapatkan layanan vaksinasi tersebut paling lambat pertengahan Desember,” ujar Lam.
Lam mengatakan bahwa Departemen Kesehatan telah mengumumkan daftar 14 sekolah yang belum mendaftar program tersebut guna mendorong orang tua agar beralih ke dokter swasta yang terdaftar dalam skema subsidi vaksinasi pemerintah. Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah tersebut memilih untuk tidak berpartisipasi dalam program layanan jemput bola ini karena berbagai alasan, seperti masalah pengaturan administratif.




