fbpx
21.2 C
Hong Kong
24 November 2020

23 Cara Berbakti kepada Kedua Orangtua

- Advertisement -

DDHK.ORG Dalam menempuh hidup di dunia ini, tentunya setiap orang ingin menjadi orang yang berhasil di dunia dan akhirat. Untuk meraih itu, salah satu caranya adalah dengan berbakti kepada kedua orangtua.

Demikian disampaikan oleh Ustadz Abdul Muhaemin Karim saat memberikan kajian agama pada Pengajian Al-Falah Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Hong Kong, di Ruang Seminar Masjid Ammar Wan Chai, 7 Oktober lalu. “Jika baik kepada mereka berdua maka hidup akan sukses. Jika menyakiti dan durhaka kepada keduanya, maka hidup akan sengsara,” ujarnya, di hadapan 21 jemaah peserta pengajian.

Ustadz Muhaemin pun menyampaikan 23 cara yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan agar tergolong sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tua.

23 Cara Berbakti kepada Kedua Orangtua

  1. Berbicara kepada kedua orangtua itu harus dengan sopan, santun, dan lembut. Tidak boleh mengatakan “AH!”, UH!, Cis!, atau yang semisal kata-kata tersebut. Begitu pula dengusan nafas sebagai bentuk ketidaksukaan terhadap sikap atau perintah orang tua. Jangan berkata kepada mereka dengan perkataan yang keras seperti membentak dan menghardik.

“Berkatalah kepada mereka dengan ucapan yang baik dan menyenangkan hati keduanya,” kata Ustadz Muhaemin.

  1. Selalu taat kepada semua perintah orangtua, selama mereka tidak memerintahkan hal-hal yang mengandung unsur dosa dan maksiat. Bila mereka memerintahkan perbuatan dosa, menolaknya pun harus dengan lemah lembut dan penuh pengertian. Sebaliknya, bila mereka memerintah hal yang baik, harus segera dikerjakan meski sedang sibuk melakukan sesuatu.

Sebagaimana dicontohkan oleh seorang ulama besar yang sedang memberikan ceramah di hadapan ribuan orang. Lalu ada seseorang datang dan berbisik bahwa ibunya memerintahkan ulama tersebut pulang sebentar untuk memberi makan ayam. Maka sang ulama meminta izin pada jamaah untuk pulang memberi makan ayam seperti yang ibunya perintahkan. Setelah ibunya puas, ulama tadi kembali ke mimbar dan meneruskan ceramahnya.

  1. Jangan memasang wajah yang cemberut, jangan melotot, dan bermuka masam bila berhadapan dengan keduanya. Bila ada hal yang tidak kita sukai dari mereka, bersabarlah, tarik nafas dalam-dalam, dan tersenyumlah.

“lngatlah, ribuan sikap dan kelakuan kita sejak lahir hingga dewasa yang sering merepotkan orangtua, namun mereka tetap sabar terhadap anak-anaknya,” ujarnya.

  1. Berusaha sekuat tenaga untuk menjaga nama baik orangtua. Bila ada yang mencemarkannya, segera bersihkan dan bela. Jagalah harta benda mereka dan jangan mengambilnya tanpa seizin mereka, meskipun hanya satu rupiah. Sedangkan bila orangtua mengambil harta benda kita, kita mesti ikhlas. Karena sejatinya, anak dan harta bendanya adalah milik orangtua, sebagaimana yang Nabi Muhammad SAW jelaskan dalam haditsnya.
  2. Ringankanlah beban mereka, bantu pekerjaan rumahnya, dan layani mereka sebaik-baiknya. Tulang mereka telah rapuh membesarkan kita dulu, kulitnya telah keriput, dan uban di rambut mereka semakin banyak. Balaslah kebaikan mereka, meskipun kita tak akan mampu membalas jasa mereka.
  3. Bermusyawarahlah dengan kedua orang tua terhadap persoalan yang kita hadapi atau keputusan yang akan kita ambil. Bila terjadi perselisihan pendapat, mintalah maaf kepada keduanya dan mohon restu dan ridhanya.
  4. Bila ayah atau ibu memanggil, segeralah menjawab panggilannya dengan wajah yang cerah dan dengan suara yang enak didengar oleh mereka. Jawablah panggilannya meskipun sedang shalat sunnah.
  5. Hormati sahabat dan teman-teman orangtua, baik ketika mereka masih hidup maupun sesudah orang tua meninggal. Bila perlu, berbuat baiklah kepada para sahabat orangtua sebagaimana orangtua kita berbuat baik kepada teman-temannya.
  6. Berusaha sebisa mungkin agar jangan membantah ucapan mereka, jangan menyalah-nyalahkan dan merendahkan mereka, dan jangan mencemooh kesalahan mereka. Usahakan tetap sopan dan menjelaskan kesalahan mereka dengan sikap yang benar.
  7. Dengarlah ucapan dan nasehat mereka dengan sungguh-sungguh. Jangan menunjukkan sikap bosan, meski nasehat yang mereka sampaikan itu-itu saja.
  8. Bangunlah jika orangtuamu datang ke rumahmu, sambutlah kedatangannya, dan ciumlah kedua tangan mereka.
  9. Jangan pergi bila orangtua tak mengizinkan pergi. Jika terpaksa pergi, mintalah maaf dan jelaskan sebaik-baiknya. Jika masih marah, teruslah berusaha meminta ridha dan restunya. Bila pergi jauh, jangan lupa untuk selalu menelepon, beririm SMS, atau memberi kabar.
  10. Jangan masuk ke kamar mereka sebelum mendapat izin. Mintalah izin sebelum masuk, terutama di waktu mereka sedang istirahat, yaitu saat sebelum subuh, setelah isya, dan di siang hari saat barangkali mereka tidur siang.
  11. Jangan mendahului orang tua ketika makan. Biarkan mereka mengambil makanan terlebih dulu. Hormatilah mereka, pun saat sedang makan dan minum.
  12. Jangan berbohong kepada kedua orang tua. Hati siapa yang tak sakit bila dibohongi. Apalagi, hati mulia para orangtua.
  13. Jangan mengutamakan istri dan anak-anak daripada orangtua. Bagi seorang laki-laki, bakti pertama adalah kepada kedua orang tua. Sedangkan bagi seorang wanita, bakti paling utama adalah kepada suami.
  14. Bila duduk, jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari orangtua, jangan selonjorkan kaki ke hadapan ayah dan ibu, dan jangan duduk secara angkuh di hadapan orangtua.
BACA JUGA:  Menjaga Tujuh Anggota Badan dari Api Neraka
BACA JUGA:  Menjaga Tujuh Anggota Badan dari Api Neraka

Bila dalam kereta api atau bus, berikan tempat duduk pada ayah dan ibu. Biarkan kita, anaknya, yang berdiri. Pun, bila di dalam angkutan ada orang yang sudah tua, wanita hamil, atau wanita yang menggendong anaknya, berikan tempat dudukmu pada mereka.

  1. Jangan menyombongkan diri di hadapan orang tua meskipun engkau seorang pejabat tinggi, bahkan presiden sekalipun. Jangan angkuh kepadanya meskipun penghasilanmu jauh lebih banyak dari mereka.

“Usahakan jangan menyakiti perasaan mereka meskipun hanya satu kata. lngatlah kebaikan-kebaikan mereka. lngatlah, Anda tidak lahir dari sebongkah batu, tapi dari rahim ibu dengan penuh pengorbanan dan kesakitan,” kata Ustadz Muhaemin.

  1. Jangan kikir dan pelit untuk memberi harta pada mereka. Perhatikan kebutuhan mereka, usahakan jangan sampai mereka meminta-minta. Ingatlah, bahwa jika sekarang Anda berbuat baik kepada orangtua, kelak anak-anak Anda pun akan berbuat baik kepada Anda sebagai balasannya.
  2. Sering-seringlah mengunjungi mereka, bawa serta istri dan anak-anak. Lihatlah, betapa senangnya orang tua melihat kedatangan anaknya, terutama cucu-cucunya.
  3. Dalam berbakti, dahulukan ibu, baru kemudian ayah. Derajat ibu tiga kali lebih tinggi dari seorang ayah.
  4. Jika orang tua bertengkar dengan istri, bijaksanalah. Nasihati istri dan berilah dia pengertian. Hal seperti ini memang situasi yang sangat sulit. Tapi sungguh, ridha orangtua mesti didahulukan daripada ridha istri.
  5. Doakanlah mereka saat masih hidup maupun saat sudah meninggal. [DDHK News]
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

DDHK Newshttps://ddhk.org
Alamat: Flat D, 3/F Lei Shun Court, 116 Leighton Rd, Causeway Bay, Hong Kong
Bolehkah Ambil Harta Warisan Saudara sebagai Pengganti Utang?

Bolehkah Ambil Harta Warisan Saudara sebagai Pengganti Utang?

TANYA: Assalamualaikum, Ustadz. Semoga Allah memudahkan segala urusan dunia hingga ahkirat Ustadz. Terutama, dalam dakwahnya. Aamiin. Ustadz, saya mau bertanya tentang utang-piutang dan warisan. Ceritanya panjang Ustadz,...
Disaksikan Puluhan Jemaah Majelis Taklim Ukhuwah Islamiyah Yuen Long Ratna Bersyahadat

Disaksikan Puluhan Jemaah Majelis Taklim Ukhuwah Islamiyah Yuen Long Ratna Bersyahadat

DDHK.ORG -- 8 November 2020 menjadi tanggal bersejarah bagi Ratna Kristiani. Dan, Majelis Taklim Ukhuwah Islamiyah Yuen Long akan selalu diingat oleh pekerja migran...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

28,549FansSuka
412PengikutMengikuti
144PelangganBerlangganan
- Advertisement -

KABAR TERBARU

Bolehkah Ambil Harta Warisan Saudara sebagai Pengganti Utang?

TANYA: Assalamualaikum, Ustadz. Semoga Allah memudahkan segala urusan dunia hingga ahkirat Ustadz. Terutama, dalam dakwahnya. Aamiin. Ustadz, saya mau bertanya tentang utang-piutang dan warisan. Ceritanya panjang Ustadz,...

Pelajaran dari Surat Al-Kahfi

Pelajaran dari Surat Al-Kahfi Oleh: Ustadz Very Setiyawan, Lc., S.Pd.I., M.H. Disampaikan pada Kajian Online Hari Ahad, 15 November 2020 Rahasia Surat Al-Kahfi Bisa Menjaga dari Fitnah...
- Advertisement -
×