Dompet Dhuafa telah melakukan respon darurat dari hari pertama bencana terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, hingga hari ini. Sejak bencana terjadi di akhir November 2025, Dompet Dhuafa sudah berada di lokasi, melakukan pertolongan terhadap penyintas, serta pencarian korban yang terdampak.
Dompet Dhuafa menggulirkan program bantuan dengan beragam cara untuk mencapai lokasi, baik melalui darat, laut hingga udara. “Salah satunya dengan menyalurkan bantuan via udara, dengan membawa tiga ton bantuan menyasar wilayah terpencil di Takengon, Aceh Tengah, dengan bantuan mitra dari MK Skin, Dricha, dan Melanin Hero yang membiayai pesawat untuk mengirimkan bantuan,” demikian bunyi rilis media berisi laporan aksi Dompet Dhuafa yang diterima DDHKNews.
Selain itu, Dompet Dhuafa bersama Food Station menggulirkan bantuan 60 ton untuk disalurkan melalui jalur laut menuju Belawan, Medan, yang kemudian didistribusikan ke titik pengungsian baik di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Tidak hanya itu Dompet Dhuafa juga mengirimkan 75 ton ke Aceh melalui jalur darat dari donasi cabang-cabang Dompet Dhuafa melalui jalur lintas Provinsi Riau. Salah satunya, bantuan 1 truk kemanusiaan donasi kiriman dari Hong Kong.
Seluruh ragam program Dompet Dhuafa gulirkan tidak terlepas dari kolaboraksi mitra kebaikan, baik corporate, brand, komunitas, personal hingga organisasi lainnya. Sejumlah tokoh hingga influencer juga ikut ambil bagian Untuk Sumatera. Seperti Ria Ricis, Chiki Fawzi, Benu Boeloe, Marcella Zalianti dan lainnya.
Juga, keterlibatan dari brand, seperti MAKUKU, Paragon, Purela, dan puluhan brand lainnya. Sementara para komunitas seperti Parfi 56, MBloc, YouthRanger, Ngamen Untuk Sumatra bersama NdarBoy Genk hingga Is Pusakata, Panji Sakti, Hadad Alwi, dan kolaborator lainnya ikut ambil bagian.
“Dari respon yang bergulir, per 30 Desember 2025, Dompet Dhuafa telah menyampaikan amanah donatur dan menjangkau 117.386 penerima manfaat di tiga Provinsi,” tulis laporan tersebut.
Melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa sudah mengevakuasi korban sebanyak 226 jiwa, menyiapkan makanan siap saji untuk 11.765 jiwa, membuka layanan dapur umum menyasar 54.608 jiwa, pos hangat untuk 13.570 jiwa, sebanyak 1.236 aksi bersih, 550 layanan dapur keliling. Lembaga yang sudah lebih dari 3 dekade (32 tahun) berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR ini juga membuka layanan pos WiFi untuk 2.184 jiwa, menyediakan paket sembako untuk 5.814 jiwa, pendistribusian air bersih untuk 4.790 jiwa, pendistribusian non logistik sebanyak 1.928 jiwa, menyiapkan 49 taman ceria.
Selain itu, di program Kesehatan, Doompet Dhuafa membuat 24 layanan refleksi, layanan 501 kesehatan produksi, layanan psychological first aid untuk 1.079 jiwa, layanan kesehatan keliling 4.378 jiwa, pendistribusian kebutuhan bayi, ibu dan lansia sebanyak 1.899 jiwa, corner gizi untuk 2.162 jiwa, dan layanan ambulans. Tak hanya itu, lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial ini juga mendirikan layanan gerai cuci dengan 901 jiwa, pendistribusian pangan mencapai 7.208 jiwa, paket hiygiene kit 2.020 jiwa, lalu paket school kit 171 jiwa, paket kitchen kit untuk 66 jiwa, paket family kit untuk 30 jiwa dan paket muslim kit untuk 225 jiwa.
Terbaru, Dompet Dhuafa menargetkan pembangunan 1.000 rumah Sementara (Rumtara) untuk penyintas bencana di Sumatera paska musibah banjir yang melanda 3 provinsi di pulau tersebut.





