Per Kamis (27/11/2025), jam 16:03, 2 pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) diketahui meninggal dunia dalam kebakaran dahsyat Tai Po. Sebanyak 2 PMI lainnya luka-luka.
Hal itu diumumkan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sebagaimana dilansir BBC. “Identitas mereka belum dirilis,” tulis BBC.
Pemerintah melalui KJRI Hong Kong telah bergerak melakukan pendampingan intensif bagi para WNI yang terdampak. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Indonesia, Heni Hamidah, dalam pernyataan tertulis pada Kamis (27/11/2025), menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa WNI dalam insiden tersebut.
“Dari hasil koordinasi intensif Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dengan Hong Kong Police Force (HKPF), diperoleh informasi hingga saat ini, 2 (dua) orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan 2 (dua) orang lainnya mengalami luka-luka,” tulis Heni, sebagaimana dilansir Kompas.com.
KJRI Hong Kong, lanjutnya, terus melakukan koordinasi dengan otoritas terkait untuk pemantauan situasi, penyediaan tempat singgah sementara, serta logistik di gedung KJRI Hong Kong bagi WNI terdampak. KJRI juga telah menghubungi keluarga korban untuk menyampaikan keprihatinan dan memberikan kejelasan informasi terkait langkah penanganan lanjutan, termasuk repatriasi jenazah dan pengurusan hak-hak ketenagakerjaan.
Sringatin, salah satu pegiat advokasi PMI di Hong Kong, mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa setidaknya 7 pekerja Indonesia yang tinggal di blok apartemen tersebut saat ini hilang. Kondisi mereka belum diketahui.
Yul Edison, Konsul Jenderal Indonesia di Hong Kong, mengatakan timnya sedang mencari warga Indonesia di beberapa tempat penampungan sementara.




