Banyak orang menyimpan emas sebagai tabungan jangka panjang, perlindungan dari inflasi, hingga warisan. Dalam Islam, emas bukan hanya harta yang dijaga, tetapi juga harta yang ada hak orang lain di dalamnya ketika telah mencapai nisab dan haul.
Karena itu, zakat emas bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi memiliki makna spiritual dan sosial yang besar. Berikut 5 alasan mengapa zakat emas perlu ditunaikan.
Pertama, emas termasuk harta yang secara jelas disebut dalam dalil zakat. Allah SWT secara khusus menyebut emas dan perak dalam Al-Qur’an sebagai harta yang harus diperhatikan dalam urusan zakat.
“…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukan kepada mereka azab yang pedih.” (QS. At-Taubah: 34)
Ayat ini menunjukkan bahwa emas bukan sekadar simpanan, tetapi harta yang memiliki konsekuensi ibadah ketika disimpan.
Kedua, emas adalah simbol kekayaan yang stabil. Emas tidak tergerus inflasi seperti uang tunai. Nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu. Karena itu, zakat emas memastikan bahwa pertumbuhan nilai kekayaan juga diiringi dengan pertumbuhan manfaat untuk orang lain.
Ketika harga emas naik, nilai zakat yang dikeluarkan juga meningkat. Inilah bentuk keadilan sosial dalam Islam.
Ketiga, membersihkan harta dari hak orang lain. Dalam setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain. Zakat menjadi cara untuk membersihkan harta tersebut.
Dengan menunaikan zakat emas, seorang Muslim memastikan bahwa harta yang ia simpan benar-benar bersih dan membawa keberkahan.
Keempat, melatih tidak terlalu terikat pada harta. Emas sering disimpan karena rasa aman. Namun zakat mengajarkan bahwa rasa aman sejati bukan pada emas yang disimpan, melainkan pada keberkahan yang dibagikan.
Zakat emas melatih keikhlasan dan mengurangi keterikatan berlebihan pada materi.
Kelima, memberi dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan. Zakat emas yang ditunaikan dapat menjadi sumber bantuan bagi fakir miskin, dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan. Dari emas yang disimpan, lahir manfaat yang menghidupkan banyak orang.
Inilah nilai besar zakat: harta yang diam bisa berubah menjadi kebaikan yang bergerak. Zakat emas bukan hanya kewajiban, tetapi cara menjaga agar harta yang disimpan tetap bernilai di sisi Allah dan bermanfaat di sisi manusia. [Sumber: Dompet Dhuafa]




