Per 1 Agustus 2026, Pemerintah Hong Kong mengeluarkan kebijakan yang memperketat pengawasan terhadap perusahaan pemberi pinjaman berizin. Dampaknya, sejumlah perusahaan keuangan terkemuka menarik diri dari pasar pinjaman bagi pekerja rumah tangga (PRT) asing.
Salah satunya UA Asia United Finance, yang ditulis oleh Dimsum Daily Hong Kong sebagai pemimpin di industri pinjam-meminjam uang ini, mengonfirmasi kepada publikasi ini bahwa mereka telah berhenti menawarkan layanan pinjaman kepada PRT asing. Alasan formal yang disampaikan pihak perusahaan, perubahan kondisi pasar sebagai faktor utama di balik penyesuaian strategi bisnis ini.
“Perusahaan menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menjaga pertumbuhan yang stabil dalam merespons peraturan yang terus berkembang,” tulis Dimsum Daily.
Para analis industri meyakini bahwa penarikan diri UA terutama disebabkan oleh model bisnisnya, yang berfokus pada konsolidasi utang dan skema pembayaran terstruktur bagi PRT asing. Peraturan baru mengharuskan rasio pembayaran utang tidak melebihi 35 persen dari pendapatan bulanan, sehingga model pinjaman semacam itu menjadi sulit untuk memenuhi ketentuan tersebut.
“Dengan upah minimum resmi bagi PRT (asing) yang ditetapkan sebesar 5100 dolar Hong Kong, dan asumsi pendapatan bulanan sebesar 6.000 dolar, batas maksimum baru ini berarti jumlah pinjaman yang disetujui hanya akan sedikit di atas 20.000 dolar, berdasarkan perhitungan tenor 12 bulan dengan suku bunga sekitar 30 persen,” tulis Dimsum Daily.
CEO UA Asia United Finance, Paul Lui, sebelumnya mengungkapkan bahwa nasabah dengan penghasilan 12.000 dolar per bulan atau kurang—termasuk pekerja berpenghasilan rendah dan PRT—hanya mencakup dua persen dari keseluruhan portofolio pinjaman perusahaan.
Selain UA, perusahaan keuangan lainnya juga telah menghentikan layanan serupa. Chan Tsz-hong, koordinator Finance Industry Practitioners Association, mencatat bahwa dari sekitar 30 perusahaan keuangan yang beroperasi di pasar tersebut, empat hingga lima perusahaan telah berhenti memberikan pinjaman kepada PRT asing.




