Lembaga pengawas privasi Hong Kong telah mengeluarkan surat peringatan kepada 3 pekerja rumah tangga (PRT) setelah mereka menggunakan informasi pribadi majikan tanpa izin untuk mendapatkan pinjaman dari perusahaan pembiayaan. Kantor Komisaris Privasi untuk Data Pribadi (Office of the Privacy Commissioner for Personal Data) menerima 21 pertanyaan dan keluhan terkait penyalahgunaan data majikan oleh PRT pada paruh pertama tahun ini, yang menunjukkan adanya tren peningkatan.
“Komisaris Privasi untuk Data Pribadi, Ada Chung Lai-ling, menyoroti 3 kasus spesifik di mana para pekerja tersebut memberikan data pribadi majikan mereka saat mengajukan pinjaman,” tulis The Standard.
Dalam satu kasus, seorang pekerja meminjam uang dari 4 pemberi pinjaman yang berbeda. Setelah gagal melakukan pembayaran, majikan menerima panggilan telepon dan pesan teks dari keempat perusahaan tersebut pada hari yang sama, yang menuntut pelunasan utang. Dalam kasus lain, sebuah perusahaan pembiayaan memperingatkan majikan bahwa penagih utang akan dikirim ke rumah mereka jika sisa utang tidak dilunasi.
Chung menyatakan bahwa penggunaan informasi pribadi majikan untuk pengajuan pinjaman tidak memiliki kaitan dengan hubungan kerja, dan ketiga pekerja tersebut telah melanggar “Personal Data (Privacy) Ordinance” (Peraturan tentang Data Pribadi dan Privasi). Surat peringatan dikeluarkan untuk menginstruksikan mereka agar mematuhi hukum secara ketat di masa mendatang. Ketiga pekerja rumah tangga tersebut kini telah diberhentikan oleh majikan mereka.
Lembaga pengawas tersebut mengingatkan para pekerja rumah tangga bahwa mereka wajib mendapatkan persetujuan eksplisit sebelum menggunakan data pribadi majikan dan memperingatkan mereka agar tidak menyebarkannya secara sembarangan. Mereka juga menyarankan para majikan untuk memeriksa dengan cermat dokumen apa pun yang diserahkan oleh pekerja rumah tangga sebelum menandatanganinya.



