Warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Hong Kong, terutama di wilayah New Territories, pastinya merasakan udara yang relatif cukup dingin di pagi hari Jumat (9/1/2026). Ya, Hong Kong memang mengalami pagi yang sangat dingin pada hari Jumat karena suhu anjlok akibat pengaruh monsun musim dingin yang kuat dan pendinginan radiasi, dengan embun beku muncul di beberapa daerah pedalaman New Territories.
Di Ta Kwu Ling, beberapa lokasi mencatat suhu serendah -1,2°C. Tempat parkir mobil terbuka dan lahan pertanian dilapisi kristal es keperakan, sementara kendaraan di sepanjang Jalan Sha Tau Kok tertutup embun beku tebal.
Pemandangan serupa dilaporkan di Ping Che, di mana kristal es terbentuk pada sayuran berdaun di ladang terbuka. Seorang reporter di lokasi dari Singtao Headline, mencatat suhu mendekati titik beku.
Pada Jumat pagi, media sosial juga dipenuhi dengan gambar dan video dari Tai Po dan Fanling, yang menunjukkan orang-orang mengikis es dari kaca depan mobil dan mendokumentasikan lapisan putih tipis pada vegetasi setempat.
Terkait hal itu, Observatorium Hong Kong mempublikasikan bahwa suhu turun hingga hanya 18 persen pada jam 14.00, menandai angka terendah yang tercatat untuk bulan Januari sejak 1984.
Observatorium mencabut peringatan cuaca dingin pada pukul 11.00 pagi. Sebelumnya, peringatan tersebut dipublikasikan pada Kamis sore. Namun pada jam 16.30 hari Jumat, peringatan tersebut diberlakukan kembali.
“Observatorium memperingatkan para petani dan pihak lain yang terkait bahwa embun beku kemungkinan akan terjadi besok pagi di beberapa daerah terpencil di New Territories,” tulis Observatorium di situs resminya. [Sumber: The Standard/RTHK]





