Seorang wanita di Hong Kong melaporkan hilangnya perhiasan emas senilai HK$420,000 dari brankas di rumah ibunya. Kecurigaan tertuju pada pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia yang bekerja untuk keluarga tersebut, yang kontrak kerjanya akan berakhir pada 31 Oktober 2026.
“Wanita itu mengatakan bahwa perhiasan tersebut, termasuk hadiah pernikahan miliknya dan saudara perempuannya, telah raib, hanya menyisakan kotak-kotak perhiasan yang kosong. Ia pun membagikan kejadian ini di media sosial, seraya mengungkapkan kekhawatirannya bahwa barang-barang tersebut mungkin tidak akan pernah ditemukan kembali jika sang PRT itu meninggalkan Hong Kong sebelum kasus ini terselesaikan,” tulis The Standard.
Menurut Sing Tao Probe, media yang berafiliasi dengan The Standard, wanita tersebut biasanya memeriksa brankas setiap enam bulan sekali dan tidak pernah menemukan masalah selama dua tahun terakhir. Saat pemeriksaan terakhir, ia mendapati seluruh perhiasan emas telah hilang. Ia juga menyadari bahwa kunci cadangan tidak lagi berada di tempat biasanya, yang menimbulkan kecurigaan bahwa seseorang telah mengakses brankas tersebut tanpa izin.
“Barang-barang yang hilang mencakup empat pasang gelang emas bermotif naga dan burung phoenix, gelang emas berukir, serta perhiasan lain yang diberikan oleh kerabat dan teman kepada wanita tersebut dan saudara perempuannya selama bertahun-tahun. Nilai total barang-barang tersebut diperkirakan mencapai HK$420,000,” tulis The Standard.
Ia menuturkan bahwa perhiasan tersebut memiliki nilai sentimental yang besar, sehingga ia merasa sangat terpukul atas kehilangannya. Meskipun rumah tersebut dilengkapi dengan kamera CCTV, rekaman hanya disimpan selama satu bulan. Tidak ada kamera di ruangan tempat brankas disimpan, dan pemeriksaan terhadap rekaman yang tersedia tidak menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan.
Ia telah melaporkan kejadian ini kepada polisi, yang kemudian memeriksa sang ART selama sekitar satu jam. PRT tersebut membantah terlibat, dan pemeriksaan terhadap ponselnya dilaporkan tidak menemukan hal yang mencurigakan. Karena kontrak kerjanya belum berakhir, PRT tersebut tetap tinggal dan bekerja di rumah itu.
Wanita tersebut mengatakan bahwa selama dua tahun terakhir, hubungan antara PRT itu dan ibunya terjalin dengan baik, sehingga ia merasa bingung dengan hilangnya perhiasan tersebut. Ia sangat khawatir perhiasan itu akan sulit ditemukan kembali jika sang PRT meninggalkan Hong Kong sebelum penyelidik berhasil mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Kasus ini menarik perhatian warganet; sebagian memberikan saran tentang cara menemukan kembali perhiasan tersebut, sementara yang lain mengingatkan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, dengan alasan bahwa pelakunya mungkin saja seseorang yang dikenal oleh keluarga tersebut. Ada pula yang menyarankan untuk menyimpan barang berharga di brankas bank alih-alih di brankas rumah.
Namun, diskusi tersebut segera beralih dari dugaan pencurian menjadi pembahasan mengenai penampilan dan gaya hidup sang asisten rumah tangga. Foto-foto yang dibagikan di media sosial memperlihatkan sang PRT tengah menikmati kegiatan yoga dan kebugaran, yang memicu komentar seperti, “Hidupnya seperti wanita kaya—apakah dia ingin menjadi nyonya rumah?” dan “Gaya hidupnya jauh lebih santai daripada gaya hidup saya.”
“Seorang warganet pria bahkan memuji penampilannya, seraya berkelakar bahwa ia hampir terpikat oleh sang PRT,” tulis The Standard.
Pemilik rumah menyatakan bahwa ia menghargai kehidupan pribadi asistennya dan menganggap sang asisten cakap dalam bekerja. Ia mengetahui bahwa pekerja rumah tangganya memiliki kekasih di Hong Kong, namun tidak tahu apakah kekasihnya itu penduduk setempat atau berasal dari negara yang sama. Pihak keluarga menduga perhiasan yang dikenakan oleh sang PRT mungkin merupakan pemberian dari kekasihnya.
Ia menegaskan bahwa tujuannya hanyalah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mendapatkan kembali perhiasan tersebut, yang menyimpan kenangan keluarga selama bertahun-tahun.
Pihak kepolisian menyatakan telah menerima laporan pada tanggal 19 Oktober mengenai dugaan pencurian barang senilai sekitar HK$420,000 dari sebuah apartemen di Cheung Sha Wan. Kasus ini diklasifikasikan sebagai tindak pencurian dan tengah dalam penyelidikan. Belum ada penangkapan yang dilakukan.



